Komplek G. Rinjani terdapat di P.Lombok bagian utara, termasuk Prov. NTB, mencakup 3 (tiga) Kabupaten yaitu : Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, dan Kab. Lombok Timur. Peningkatan aktifitas G. Rinjani terjadi sejak tgl 4 Juni 1994 pkl. 02.00 WITA berupa suara dentuman dari arah kaldera, kemudian pada tgl 4 Juni 1994 pkl. 08.00 WITA teramati asap letusan berwarna hita, tebal dengan tinggi lk…
Mengingat ada beberapa seismograf di Wilayah Bali dan Nusatenggara mengalami kerusakan, yang salah satunya adalah di G.Leroboleng, sehingga Pimpinan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung menetapkan langkah prioritas perbaikan seismograf. Tujuan ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi dapat berfungsi.
Untuk memantau kegiatan G. Batur telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, lokasi Pos lk. 3 km dari puncak G.Batur, di dinding Selatan Kaldera Batur. Pengamatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa disamping pengamatan visual. Pelaksanaan kerja kegiatan pokok pengamatan meliputi pengumpulan data, pengol…
Tujuan Penyelidikan Kimia gas dan air adalah mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari disiplin ilmu dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Maksud dari kegiatan G. Agung dan G. Batur adalah sebagai realisasi salah satu kegiatan Proyek Pengamatan Pertambangan dan Energi Bali, NTB, NTT, dan Tim -tim tahun Anggaran 1994 - 1995. Tujuannya adalah untuk megetahui perkembangan kegiatan yang terjadi pada Gunungapi Agung dan Gunungapi Batur berdasarkan pengamatan visual, pengukuran suhu, dan pemantauan daerah waspada maupun terlarang.
Sesuai dengan rencana kerja dalam tahun anggaran 1994/1995 penulis beserta Sdr. Kusma dan Muarif dalam Mei 1994 melakukan tugas di G.Iya dan G.Rokatenda. Kerja yang dilakukan meliputi perbaikan seismograf, pengamatan gempa, visual dan pemeriksaan kawah. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil tugas G.Iya, sedangkan laporan G.Rokatenda telah disusun terpisah.
Tulisan ini dibuat sebagai laporan perkembangan kegiatan gempa G.Iliboleng periode Mei - Oktober 1994. Dalam laporan ini akan dibahas mengenai kecepatan semu dan arah datang gelombang gempa yang terjadi pada periode tersebut. Data tersebut dibandingkan dengan data gempa sebelumnya sehingga diharapkan dapat memperoleh gambaran tingkat kegiatan G.Iliboleng pada periode Mei - Oktober 1994