Pada tanggal 13 Maret 1991 telah datang ke Direktorat Vulkanologi Dr. Shigeru Suto dari Seksi Volkanologi, Geological Survey of Japan, 1.1.3 Higashi, Tsukuba, Ibaraki 305, Jepang. Maksud kedatangannya adalah untuk melihat gunungapi aktif di Indonesia, khususnya G.Galunggung dan G.Merapi, serta mendapatkan data publikasi yang berhubungan dengan kegunungapian dan mengetahui sistem pengawasan gunu…
Laporan pengamatan kawah G.Slamet ini disusun berdasarkan laporan lapangan pendakian oleh Sukedi dan Sudradjat. Pendakian dilakukan pada tanggal 27 Februari - 1 Maret 1991.
Di G.Cireme telah dipasang 6 buah stasiun pengukuran ungkit kering ("dry tilt") dan diperoleh harga - harga konstanta ungkitan utara selatan (TN) dan timur - barat (TE) untuk setiap stasiun.
Pemantauan aktivitas Gunung Ijen saat ini dilakukan secara visual dan dengan instrumentasi. Satu unit seismograf dengan sistem telemetri telah dipasang, dengan lokasi seismometer berada di puncak Kawah Ijen dan unit perekam (recorder) ditempatkan di Pos Pengamatan. Sementara itu, pemantauan Gunung Semeru dilakukan dengan pemasangan tiga seismograf RTS, sehingga melengkapi seismograf HOSAKA yang…
G.Guntur bertipe strato, merupakan kelompok kerucut vulkanik (polikonida) dengan puncak tertinggi G.Masigit (lk. 2249 mdpl). Gunungapi ini terletak pada daerah administratif tingkat II Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Marmer sebagai mineral industri memiliki prospek baik sebagai bahan bangunan bernilai ekonomis tinggi. Penyelidikan endapan marmer dilakukan di Desa Sukajadi, Kecamatan Kota Lahat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, pada tahun anggaran 1985/1986. Kegiatan meliputi pemetaan topografi dan situasi skala 1:1.000 serta pendugaan geolistrik resistivitas pada area seluas sekitar 40 ha. Hasil …
Berdasarkan parameter kegempaan, mengacu pada harga perioda rata - rata, maka diperkirakan bahwa sumber kantung (pocket) magma G.Slamet berada di kedalaman yang relatif dangkal.
Jumlah gempa vulkanik dangkal G.Slamet terus meningkat sejak tanggal 17 Januari hingga Maret 1991, kemudian disusul oleh peningkatan jumlah gempa permukaan.
G.Kelut dengan ketinggian +1731 mdpl, telah meletus pada 10 Februari 1990 dan setelah letusan kemudian telah dibuatkan peta daerah bahaya lahar yang melanda daerah sekitarnya.