Pengarang tulisan ini telah mengikuti peristiwa kegiatan efusiva G. Batur dalam tahun 1963 lengkap dari permulaan sampai achir. Setelah aliran lavanja betul2 berhenti, barulah kompleks ini ditinggalkan. Landjutan dari laporan pertama lama tertunda. Sebabnja, selama musim hudjan achir 1963 hingga awal 1964, penulis harus memusatkan perhatiannja kepada lahar2 G. Agung jang mulai berkembang dengan…
Setelah tampak beberapa pulau ketjil, diantaranja Madura, maka pade djam 14.00 WIB. tampaklah kapalnya Kangean. Pendaratan pada malam hari dengan sebuah Sloop dipulau Saubi, sotolah pendaratan pada pulau lein karena kekeliruan.
Jumlah gunung api di Sulawesi adalah 18 dan menurut beberapa pendapat terbagi menjadi 10-11 tipe A, 2 tipe B dan 5-6 tipe C. Gunung api tipe A yang sudah memiliki peta daerah bahaya di sekretaris adalah 9 buah, 3 buah di antaranya memerlukan peninjauan kembali, dan dua buah lagi masih harus dilakukan (G. Ambang dan gunung api submarin ke sebelah barat Sangihe
G. Wurlali dipulau Damar dalam tahun 1964 masih bekerdja. Kegiatan volkanikanja terbatas pada hembusan2 kuat dari fumarola nja, hingga marupakan "blazer". Endapan belerangnja patut dihasilkan setjara sederhana oleh rakjat setempat. eadjak k.l. 51 tahun jang lalu (sadjak tahun 1913 habis digali) ternjata terdapat andapan2 baru
Gunung Sangeang merupakan dua buah kerutjut gunungapi, jang terdjadi didalam sebuah kaldera tua, jang pinggiranja masih tampak sebelah barat dan utara. Peristiwa letusan katastrofaal pembentukan kaldera tersebut telah lama sekali terdjadi, sehingga tidak pernah disaksikan oleh manusia. Setelah itu terdjadi lagi kegiatan2 baru jang sifatnja membangun kembali gunung jang terpant jung karena seba…
The type of eruption of the Batur Volcano is a typical phenomenon for volcanoos which is starting renewed activity with new foamed, like saltic lava after having experience caldera forming
Gunung ini merupakan gunung dan terletak dalam distrik Boleting Mongondow disebelah Selatan.
G. Lokon pada waktu ini berada dalam taraf kegiatan. Letusan-letusannya tergolong phrantik yang juga menyebabkan letusan magmatik ataupun sebaliknya. Erupsi uap air ini melemparkan bahan-bahan yang sudah berada didalam kawahnya dan mengingat sifatnya yang sekunder itu lebih sering terjadi setelah turun hujan selama musim hujan