Selama pelawatan Sdr. S.Hamidi da penulis karangan ini dalam bulan Januari-Maret 1969 ke Maluku utara memenuhi permintaan Bupatinja untuk menindjau G.Kie Besi dipulau Makian, para petugaspun telah diminta untuk melakukan pernindjauan ke G.Gamkonora di Halmahera.
Laporan ini berisikan jumlah gunungapi di Maluku dan Irian dalam bentuk tabel.
Menurut Kelurahan Pasauran: siang hari "ngebul" - malam hari kelihatan apinya sedikit - sedikit. Hujan - hujan sudah jarang. Laporan dari rakyat yang menggetkan tidak ada, suara - suara gemuruh kadang - kadang terdengar. Lebih dari dua minggu berlangsungnya; tidak dihiraukan. Asapnya putih.
Di Pulau Sumatera terdapat 30 buah gunungapi, ialah 10 buah tipe (9 di Pulau Sumatera, sebuah merupakan pulau - pulau kecil ialah G. Krakatau), 11 buah tipe B dan 9 tipe C. Jumlah ini adalah menurut Petroeschevsky dan Th. H. F. Klompe (1950). R. W. VAn Bemmelen (1949) menambahkan sebuah tipe c lagi menjadi 12, hingga jumlah seluruhnya adalah satu buah, sedang Van Bemmelen menghitung 2 buah lapa…
Berisikan peta dari daerah bahaya sementara Gunung Talang.
G. Peuet Sague di Aceh Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi tipe A yang belum memiliki peta daerah bahaya sekitaranya. Karenanya, penulis cantumkan penelitian lapangannya selama musim kemarau tahun 1969 dalam rangka projek pelaksanaan Rencana Pembangunan lima tahun.
diterima kawat dari gubernur Sumatera Barat dan sdr. R.J. Radja Sampono bhawa g. Talang mulai tgl 10 Oktober 1967 pagi - pagi sudah meletus.
Seperti pula halnya dengan g. Peuet Sague, penelitian lapangan G. Bur ni Telong yang diharapkan dapat menghasilkan suatu Peta Daerah Bahaya sementara disekitaranya, dalam tahyn pertama pembangunan lima tahun ini; tidak dapat dilangsukan dan sebagai kompensasinya pula telah dilakukan pengumpulan data mengenai gunungapi ini yang dicantumkan di sini dalam bentuk "sesuai dengan bunyi aslinya", tanp…
In the last days of Augst 1883 on of the world's largest cataclysmic eruptions took place : the volacanic complex of Krakatoa, in Sunda Strait between java and Sumatra was shattered ash as to produce striking atmospheric effects over the whole world for several years to come. To consequent tsunami devastated adjacent coasts.
G. Sumbing di Sumatera termasuk gunungapi yang diragukan tipe A nya. Tetapi Neumann Van Padang (1951. h. 33) mencantumkan letusan - letusan tahun 1909 dan 1921, berdasarkan TOBLER (1919, h. 434) dan Natuurkunding Tijdschrift voor Nederlandsch Indie tahun 1921.