Pada tanggal 15 juni 1976 penulis dan sudarso ditugaskan ke G. Lokon yang terletak didaerah Minahasa, selama 30 hari dengan S.P.D. No. 2329/s/1976 dan No. 2330/s/1976. Maksud penugasan itu ialah untuk mengadakan pemetaan topografi Kw. Tompoluan (G. Lokon) dan sekitarnya. Alangkah baiknya sebelum pembaca meneliti laporan ini, supaya memebaca dulu laporan Sdr. Kamid B.So bulan Januari 1976 No. 48…
Di daerah Sulawesi Utara terdapat deretan gunung api yang masih aktif, deretan tersebut masing-masing gunung api awu, Benua Wuhu, Api Siau, Ruang, Tongkoko, Mahawu, Lokon, Seputan dan Ambang. G. Lokon termasuk salah satu gunung api yang paling aktif saat ini di kawasan Sulawesi Utara. Peninjauan ini bertujuan untuk melengkapi peta bahaya G. Lokon memetakan topografi bagian puncak dan menghitung…
Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari
In January ash eruptions accompanied by strong detanations took place 3x, viz. on the 15th, 21.00 loc time on the 17th 06.05 loc time and on the 21st 17.55 loc time. Rumblings were often heard, sometimes lasting for several hours. Glares could be observed at night. The mechanical "Spindler & Hoyer" observatory seismograph with horizontal component recorded 30 earthquakes incl 16 felt.
During the months of January and February the activities which start ed since March 1974 still continued. A minor ash eruptions took place once. Thick bluish white ash column was discharged with moderated pressure until some 500 meters above the orator
Gunung api ini terletak di pulau Siau, Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara 1.135 Km dari kota Manado. Kegiatan gunung api Siau telah meningkat pula dalam bulan februari 1974 yang kemudian disusuli gempa bumi yang datang bertubi tubi. Akibat dari pada kedua peristiwa di atas maka penduduk sekitar gunung api tersebut bahkan hampir penduduk seluruh P. Siau telah ketakutan dan panik sehingga…
Dareah bahaya, lingkaran jari-jari 5 km dari titik letusan, termasuk kampung-kampung: ULU letak pada garis perbatasan. Dari situ melingkar terus ke Timur, Utara dan Barat, sehingga sampai di kampung PENA. Semua kampung-kampung di kaki gunung api ada dalam daerah bahaya
Lingkaran jari-jari 5 km dari titik letusan. Garis lingkaran semuanya dilaut. P. Mahengetang letak ditengah daerah bahaya. Sebaiknya dijadikan daerah kosong (tidak berpenduduk), demi ketentraman dan keamanan
G. Lokon merupakan ujung paling Utara deretan gunung api di Minahasa, di samping G. Mahawu. Puncak gunung ini yang sesungguhnya (s.113 dan s.115) adalah datar, tidak mempunyai lubang kawah. Kegiatan-kegiatan juga tercatat sejak abad permulaan hingga tahun 1800 ialah pada kawah Empung. Kegiatan-kegiatan disinilah yang menyebabkan jatuhnya korban manusia penduduk setempat.
Gempa-gempa tektonik yang terasa sejak tanggal 10 agustus 1968 terutama didaerah donggala dan juga di Minahasa serta pulau-pulau Sangir Talaud dan sekitarnya, hingga saat di buatnya karangan ini , tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan Gunung Awu