Dalam Agustus 1979 Peta Daerah Bahaya 0. Kelut (Reksowirogo, 1969) di- tinjau kembali sorta dilengkapi, Seperti lazim dilakukan, pekerjaan didasarken atas morfologi, topografi dan rivaynt letusan serta keru- sakan gunungapi tersobut sobagaimana teroatat dalam sejarah. Perubah- an keadaan lapangan disebabkan hasil pekerjaan 'Proyek Pengendalian Bahan-bahan Vulkanik' (Volcanio Debria Control Proj…
Pada tgl. 28 - 1 - 1979 dilakukan penelitian, akibat terjadinya awan panas guguran pada tgl. 24 - 1 - 1979 jam 21.29
Survei dilaksanakan untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang diakibatkan lahar hujan, lokasi penyimpangan/peluapan lahar hujan, serta Desa-desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan
Pengmatan gempa di G. Merapi dengan empat stasiun yaitu Bebadan, Plawangan, Musuk, dan Selo kurang memuaskan karena gempa vulkanik cenderung kecil.
Memenuhi Surat Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat No. KS/212/77 Agustus 1977, perihal Kegiatan G. Ceremai, maka Sub Dit. Vulkanologi Direktorat Geologi menugaskan dua orang petugas dari Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi dan satu orang petugas dari Seksi Pengawasan Gunungapi dengan SPPD. No. 3471/s/77 tanggal 26 Agustus 1977- Maksudnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut …
Sehubungan dengan saran Sar. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang, tel. 8 Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bi- la diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih dan K. Bebeng, dan sesuai pula dengan rencana Seksi PEFAPI dalam triwulan IV tahun 1976/1977, maka penulis ditugankan oleh Kasi PETAPI ke sekitar hulu K. Pütih dan lain lain.
Pemetaan situasi dan pemeriksaan banjir lahar atau dengan kata lain ialah banjir bandang yang terjadi pada tgl. 13 dan 17 Nopember 1976, dilakukan oleh penulis disertai Sdr. Sobana masing-masing dengan SPJ No. 4872/S/1976 dan SPJ. No 4875/S/1967.
Pendakian gunung sumbing telah dilaksanakan pada tanggal 6 April 1977 yang memakan waktu 14 jam ulang balik.
The violent ejection of a crater-lake by a sudden resumption of explosive activity produces one of the most devastating and murderous kind of volcanous disasters, with huge hot mud-flows, called all over the world by their javanese name "lahars". KELUD volcano presently presents such a menace.