Peramalan letusan gunungapi masih merupakan masalah yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan secara tuntas menginat sifat yang berbeda pada masing - masing pada umumnya
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi di dunia yang memiliki ciri khusus, sehingga bencana yang diakibatkan oleh keganasanya masih sulit dapat diperhitungkan. sehigga laporan ini mencakup kegiatan awal dalam merancang program penanggulangan bahaya bencana merapi, selanjutnya langkah-langkah penanggulangan masing-masing elemen masyarakar dan pemerintah ketika terjadi bencana
Tgl. 15 Aqustus 1k. jan. 09. mulai terasa adanya concangan gempabunt. rada bari itu geapa yang terasa so banyak 30 kali sedanckan yans terontat oleh seismograp di observatori 0. Lemongan di Gunungmeja (Klakah) seba nyak 427 kali. Gempa ternea tal. 16 Agustus hanya 3 kali tetapi tercatat oleh seismograp sebanyak 1484 kali. Do ngan demikian diduga "main ahook" dari seluruh kegiatan ini terjadi pa…
Gunung Kelut (+ 1931) yang terletak dibatas Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang (Jawa Timur) pada posisi geografi 7'56 lintang selatan dan 112'18'30" Bujur Timur adalah salah satu gunung berapi berdanau kawah yang masih aktif.
Gunungapi dengan tipe strato ini terletak di- daerah Kabupaten Cirebon pada posisi 6.534 1.s. dan 108.24 B.T. Pada kawah utama terdapat dua dasar kawah, kawah kasepuhan dan kawah kanoman, sebelum mencapai kawah utama disebelah baratnya terdapat bekas lobang le- tusan yang telah dikenal dengan nama Gua Walet.
Sebagai kelanjutan laporan lapangan 115. 48, yang berjudul "Pengukuran kordinat Kuarter dan Tersier di sekitar G. Semeru (G. Sawur dan Tawongsongo)", inipun sama juga kebutuhannya untuk memenuhi data abdis, kordinat dan tinggi (X. Y. Z) di kampung Sumberbulus (Sumberjo ) dan Pos Pengawasan G. Semeru di Argosuko
Pemasangan kabel di bawah tanah yang utama dari observatori G. Kelut di Margomulyo sampai di Bambingan telah selesai dalam bulan Agustus 1975. Kabel yang terpasang sepanjang 1K. 4000 m.
Penugasan ke Gunung Semeru untuk mengadakan pemeriksaan laharan dan penyebarannya di sebelah Selatan dan tenggara selama 30 hari
G. Gede atau G. Agung terletak dikecamatan Cianjur, bentuk gunungapi kembar dengan 4. Pangrango yang lebih tuabdan tidak lagi menunjukkan adanya kegiatan. Tubuh gunungapi ini tortutup popohonan besar maupun kecil yang tumbuh secara subur dan merupakan pohon pelindung bagi petugas. Dipuncaknya terdapat kawah-kawah Gemuruh, Gedeh, Sela, Ratu, Lanang, Baru dan Wadon.
Untuk menentukan berapa volum air danau kawah G. Kelut haruslah peta kawah G. Kelut diukur kembali. Dalam pelaksanaannya, pada tanggal 13 Pebruari 1978 penulis serta 3 orang petugas Sub Direktorat Vulkanologi, Direktorat Geologi, ditugaskan untuk melakukan pengukuran kedalaman kawah G. Kelut selama 27 hari.