G. Awu di Pulau Sangir, Sulawesi Utara kawahnya bertipe danau. Dalam kondisi aktif-normal, mengingatkan kita pada suatu kolam permandian yang airnya biru jernih dengan kehangatan 38(derajat) C. Volumenya 3,5 juta m3 (Karnaen. P, 1983)
Penafsiran potret udara serta pengecekan lapangan daerah G. Soputan dan sekitarnya. Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu kegiatan seksi penginderaan jauh, Sub Dit. Pemetaan Geologi, Dit. Vulkanologi dalam PELITA V tahun anggaran 1992/1993
Berdasarkan pada rencana kerja Direktorat Vulkanologi, Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh dalam tahun maka kerja adalah melakukan 1992/1993, geologi Gn. Tangkoko, Sulawesi Utara, berdasarkan pada pemetaan salah satu rencana hasil tafsiran potret udara.
Didalam keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1892/KPTS/Pertambangan/1984 maka menurut pasal 404 Sub Direktorat Analisa Gunung api mempunya fungsi yaitu, Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa-Tengah, melakukan penyelidikan petrokimia, gas dan uap panas bumi, serta melakukan perancangan, perakitan, perbaikan, pengembangan dan percobaan instrumenta…
Gunung api Awu terletak di ujung Barat Laut pulau Sangir Besar, pada posisi geografi 3° 40′ LU dan 125° 30' BT. Ketinggian puncaknya + 1320 m dari muka laut. Kawah gunung api Awu merupakan sebuah kawah tunggal berukuran 1550 x 1200 m dan biasanya berair yang berasal dari air hujan yang tertampung di dalam kawah dan merupakan sebuah danau (MATAHELUMUAL, J., 1985). Letusan gunung api Awu tera…
Pengumpulan data G. Awu dan daerah sekitarnya meliputi beberapa aspek yang berhubungan antara lain - Demografi, yang berkaitan dengan sensus jumlah penduduk yang berada di daerah bahaya dan waspada. - Sosiologi, yang berkaitan dengan pemukiman penduduk yang berada di daerah bahaya dan waspada Sedangkan pembuatan dokumentasi erat sekali kaitannya dengan - Fisiografi, letak dan posisi daera…
Selama ini dikenal dengan nama G. Lokon, kawahnya terletak di yang menghubungkannya dengan G. Empung disebelah utaranya yang disebut Kawah Tompaluan. Hal tersebut disebabkan karena 6. Lokon merupakan puncak tertinggi (+1579,5 m) dalam kompleks Lokon-Empung.