Berdasarkan SPPD No. 484/P/1981 dan No. 491/2/1981 tanggal 29 Mei 1981, untuk Sdr. Djafar Wa'a yang berkedudu-kan di Pos Pengamatan G.Iya Ende. Bersama-sama ditugaskan untuk mengadakan pemeriksaan kegiatan G. Ebulobo di kecamatan Boawae dan G. Inerie di kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Propinsi Nusatenggara Timur. Penulis sebelum mengadakan pemeriksaan ke kedua gunung tersebut, terlebih dahulu …
Pengecekan data geologi G.Batur tahap ke II, yang merupakan kelanjutan pekerjaan terdahulu, telah dilaksanakan dari tanggal 19 Desember 1980 sampai dengan 17 Januari 1981, selama 30 hari. Daerah yang dikerjakan meliputi daerah penyebaran dari bagian selatan G.Batur sampai pantai di selatan, bagian barat sampai berbatas dengan penyebaran produk G. Buyan Bratan, bagian timur berbatas dengan penye…
Peningkatan kualitas jaringan seismik G. Batur-Agung merupakan bagian dari peningkatan sistem pemantauan gunungapi di Indonesia. Dengan adanya berbagai kesuitan yang telah ditemui selama beberapa tahun belakang ini terutama dalam hal kualitas signal seismik yang terekam yang terlalu rendah maka pemindahan sistem penerimaan dari yang semula berbasi di Rendang ke yang saat ini di Pos G. Batur tel…
G. Egon di Flores Timur termasuk salah satu gunungapi Tipe B. Sewaktu-waktu terhadap gunung ini dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kegiatan / meletus dan akan mempengaruhi kestabilan kehidupan lingkungan disekitarnya. Sebelum terjadinya dampak negatit yang ditimbulkannya maka perlu dilakukan berbagai penelitian terhadap gunungapi tersebut. Salah satu penelitian yang akan dilakukan adalah pe…
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, tahun 1980/1981, dalam pelita III. Berdasarkan SPPD No. 2177/P/1981, SPPD NO. 2189/P/1981 dan SPPD No. 2192/P/1981 untuk Sdr. Iryanto B.Sc, Sdr. I.W.No-ngos Tapayasa dan Sdr. Gasfar Hare Roma ditugaskan untuk mengadakan pemeriksaan G.Ili Werung, G.Hobal dan G. Rokatenda di NTT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk …
Jaringan seismik regional center di Gunung Batur/Agung Bali terdiri 4 stasiun seismograf d kawasan Gunung Batur dan 4 di kawasan Gunung Agung, sensor yang dipasang di masing-masing stasiun seismograf adalag seismometer :4-C satu komponen yaitu komponen vertikal, data dari stasiun lapangan masih dalam bentuk analog yang setelah sampai di stasiun penerima di Pos Rendang direkam dalam bentuk kerta…
Gunung Agung di Bali merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia, bertipe strato dengan komposisi magma andesitik. Puncak Gunung Agung memiliki ketinggian sekitar 3114 m di atas permukaan laut. Letusan katastofik terakhir terjadi pada 19 Februari 1963 dan proses erupsi itu baru berakhir pada Januari 1964. Tipe letusan diataranya diwarnai dengan adanya awan panas letusan yang menelan korba…
Pada November 2010 aktifitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi level III (Siaga). Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada Tanggal 23 November 2010, pukul 15.30 WIB dinaikkan lagi dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
Secara geografi gunungapi Agung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Puncak tertinggi terletak pada 3014 m dpl. Gunungapi ini termasuk gunungapi strato, berbentuk kerucut, perkembangannya di bentuk dalam beberapai perioda. Perioda pertama merupakan pembentukan kaldera dengan sisa-sisa kaldranya antara lain bukit Tabis, Cemara dan Kodangdia, tersusun oleh aliran lava da…