Sesuai dengan program kerja tahun anggaran 2002 Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi pada 15 Oktober sampai dengan 3 Nopember 2002 menugaskan satu tim deformasi. G. Batur merupakan alah satu gunungapi teraktif di wilyah Bali dan Nusa Tenggara. Puncak tertinggi gunungapi ini + 1717 m diatas permukaan laut, kegiatan permukaan G. Batur berupa hembusan asap di kawah 1994, kawah 1999 dan kaw…
G. Rokatenda termasuk gunungapi aktif tipe A, dengan catatan letusan sebanyak 8 kejadian sejak tahun 1928. Periode istirahat G. Rokatenda bervariasi antara 1 hingga 35 tahun. Letusan yang banyak menimbulkan korban jiwa terjadi pada tahun 1928, yaitu sebanyak 266 orang meninggal dunia. Dari hasil penelitian geologi foto disimpulkan bahwa periode kegiatan G. Rokatenda dibagi dalam 4 tahap, dimana…
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan gunungapi, membentang dari P. Sumatra hingga P. Pantar yang membelok ke utara hingga ke bagian Sulawesi Utara, yang menyambung dengan negara Filipina. Masalah kegiatan gunungapi serta kegiatan tentang kebencanaan di Indonesia di tangani oleh satu direktorat, yaitu Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi.
Pasca letusan G. Inelika 11 Januari 2002, telah merubah anggapan masyarakat setempat terhadap keberadaan G. Inelika yang sebelumnya hanya menganggap sebuah bukit (gunung) mati dan dapat diperlakukan apa saja, kini masyarakat telah sedikit banyak mulai ''memperhitungkan" keberadaanya, hal terbukti ketika Tim Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geolohi mewawancara mereka pada tanggal 27 da…
Mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pada pasal 286 butir (1). Seksi bimbingan mempunyai tugas untuk Menyiapkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis pameran dan publikasi; penyuluhan mitigas bencana bagi penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana g…
Gunung Batur di Balik merupakan salah satu gunungapi teraktif di Indonesia, bertipe strato-volcano dalam kaldera dengan lava letusannya bersifat basaltik. Interval waktu letusannya berkisar antara 1 - 34 tahun. Dalam dasawarsa terakhir gunungapi ini telah mengalami dua kali perioda letusan, yakni pada Agustus 1994 hingga Mei 1995 dan November 1997 hingga Juli 2000.
Gunungapi tersebut terletak di Pulau Sangeang di sebe lah timur-timurlaut Pulau Sumbawa termasuk Kabupaten Bima dan Kecamatan Wera. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan dan 119°03,5' Bujur Timur dengan ketinggian 1949 meter dari permukaan laut (Atlas Trop Nederl 1938 lembar 27). Letusan terakhir tgl. 29 Januari 1964 yang diawali oleh getaran gempa terasa tgl. 28 Januari 1964 pkl. 14.00 dan p…
Sebelah tenggara Pegunungan Batur, G. Agung menjulang berbentuk kerucut langsing hingga ketinggian 3142 m dari permukaan laut. Sebuah pelana sempit memisahkannya dari pegunungan ini. Merupakan tipe murni gunungapi Strato, yang masih memiliki bentuk kerucut aslinya secara utuh. Gejala gunungapi dahsyat, seperti halnya terjadi di Komplek G. Batur, asing baginya.
Pada 1974, terjadi letusan di lereng gunung Batur disertai dengan aliran lava baru. Pada Agustus 1975, aliran lava tersebut telah dipetakan oleh Sdr. Soedarso, sedang kawah- kawah yang menunjukkan keaktipan sama sekali belum dipetakan. Pada Januari 1981 (SPPD No.1902/P/1980 dan 1903/P/80) makalah pemetaan topografi kaldera G. Rinjani (Lombok), Sdr. Effendi dan saya bekerja di kaldera gunung Bat…
Pada tahun 1966 terjadi letusan pada puncak gunung Barujari (G. Tenga), juga terjadi aliran lava baru. Setelah letusan puncak gunung Barujari ini sama sekali belum dipetakan kembali. Kemungkinan besar kawah Barujari mengalami perobahan topografinya, juga pada lereng-lerengnya yang terlanda aliran lava baru. Maka dari itu sesuai dengan rencana kerja Pelita III tahun ke 2, bagian Proyek Pemetaan …