Ketidakaktifan Penulis di dalam Unit Vulkanologi sebagai 1982-1983, telah merangsang minat Denulis untuk mempelajari lebih jauh gunungani bersejarah ini (Hilmansyah, 10856). Dalam melimut letusan terakhir G. Galunggung, Katili & Der Sudradjat (1084) mengulas-ulang proses terjadinya bukitan Sepuluh Ribu.s
Pada Oktober, Desember 1985 dan Januari 1986, penulis bersama E. Sihat di tugaskan untuk mengadakan pemetaan topografi di sekitar K. Besuk Sarat, Besuk Kembar, Besuk Bang, K. Lengkong yang termasuk kecamatan Pronojiwo kabupaten Lumajang. Pemetaan ini merupakan lanjutan pemetaan terdahulu di bagian selatan K. Glidik, dimana kali-kalinya berhulu dibagian lereng gunung Semeru bagian selatan. Kuran…
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya. Sejak tahun 1982 kegiatan seismik G. Merapi dimonitor oleh 3 (tiga) jenis pesawat seismograph yaitu yaitu: Seismograph sistem pancar (RTS) di Yogyakarta, Seismograph elektromagnetik Tripartite Hosaka di Babadan dan Seismograph mekanik Wiehert di Plawangan. …
Penulis mendapat tugas dari pemimpin proyek penyelidikan dan pengamatan Gunungapi melakukan pengamatan, penelitian seismik dan pengukuran suhu air ranu - ranu di sekitar g. Lamongan.
Untuk mendapatkan hasil rekaman berupa data kegiatan Seismik gunungapi yang baik diperlukan pengecekan/perbaikan dan kalibrasi kembali pada semua peralatan seismograph yang dipakai disekitar gurunungapi tersebut.
Selama Mei 1985 dilaksanakan pekerjaan - pekerjaan sebagai berikut
G.Kelut terkenal sangat berbahaya karena letusannya selalu menelan banyak korban manusia. Asal dari bencana adalah adanya danau kawah di puncak gunung yang dilemparkan pada setiap letusan. Masa air ini bercampur dengan bahan vulkanik lepas turun sebagai aliran lumpur atau lahar letusan dan merusak segala yang dijumpainya.
Penyelidikan geofisika G.Kelud pada tahun anggaran 1985/1986 difokuskan pada metoda Potensial Diri, setelah melihat Peta Anomali intensitas magnit total G.Kelud yang dibuat 1979. Dari data kemagnitan, di dapatkan adanya suatu zona anomali negatif yang diinterpretasikan sebagai suatu manifestasi panas bawah permukaan, pada daerah antara Bambungan - G.Lirang, Jalur Margomulyo-Kawah.
Pemetaan geologi gunungapi Kelut dimaksudkan untuk mengumpulkan segala data geologi berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran bahan hasil erupsi gunung tersebut, yang dapat diterbitkan pada suatu peta geologi gunungapi, dan diharapkan dapat digunakan dalam penyelidikan lain.
Sebagai pelaksanaan kegiatan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi, Proyek Penyuluhan Vulkanologi (P2V) sejak 10 Mei hingga 24 Mei 1985 telah dilakukan pengumpulan informasi lapangan mengenai kependudukan dan pemukiman di dalam Darah Terlarang dan Daerah Bahaya G.Kelut.