Berkaitan dengan mitigasi bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkewajiban memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai ancaman bahaya gunungapi, gerakan tanah, gempabumi dan tsunami. Sebagaimana kita ketahui secara tektonik, Indonesia terletak di 3 lempeng tektonik aktif.
Gunungapi Guntur merupakan gunungapi aktif tipe A yang terletak di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah tenggara Bandung. Dalam waktu sejah sejak 1690 hingga 1847 tercatat tidak kurang dari 22 kali letusan. Letusan terakhir yang terjadi pada tanggal 16 dan 17 Desember 1847 berupa letusan gas dan abu dengan suara dahsyat sebaran abunya mencapai daerah Cianjur.
Kronologi Erupsi G. Merapi tahyb 2010 diawali dengan dinaikkannya status aktivitas G. Merapi dari Normal (level 1) menjadi Waspada (Level 2) pada tanggal 20 September 2010, hal ini ditandai dengan munculnya gempa-gempa vulkanik Dalam maupun vulkanik Dangkal. Sebulan berikutanya, tepat tanggal 21 Oktober 2010 status aktivitias Merapi dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga.
G. Sumbing (2508 m dpl) merupakan gunungapi yang masih menjadi perdebatan para pakar gunungapi, apakah termasuk kedalam Tipe A atau Tipe B. Menurut sebagian pakar bahwa, gunungapi ini termasuk kedalam Tipe A karena pra 1600 tepatnya pada tahun 1909 dn 1921 pernah terlihat aktivitas vulkanik walaupun informasi tentang kegiatan ini tidak begitu jelas.
G. Merapi secara administratif terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Umumnya G. Merapi meletus setiap 4 hingga 5 tahun sekali, yang tipe letusannya ditandai dengan terjadinya awan panas. Produk hasil letusan G. Merapi tahun 2010 sekitar 150 juta m3. Sekitar 35% produk letusan G. Merapi tersebut masuk ke K. Gendol berupa aliran piroklastik dan sisanya tersebar di sunga…
Gunung Merapi dikenal sebagai gunungapi yang sangat aktif ini mempunyai interval erupsi 2 - 7 tahun, secara administratif terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pada puncaknya terdapat Kawah dengan hembusan gas solfatara dan fumarola secara terus-menerus yang dijadikan sebagai parameter pengukuran untuk mengetahui perubahan komposisi kimia gunung tersebut,
Aktivitas gunungapi yang salah satunya dimonitor dengan metoda seismik terus dikembangkan sehingga dapat memberikan informasi secara cepat dan tepat. Real Time Seismic Measurement (RSAM) merupakan teknik penghitungan amplituda seismik yang digunakan untuk menghitung energi yang dibawah oleh gelombang seismik.
Status Gunung Merapi telah dinaikkan dari siaga menjadi "awas" sejak pukul 06.00 WIB, pada hari Senin 25 Oktober 2010. Peningkatan status ini disebabkan aktivitas kegempaan Merapi yang terus meningkat. Berkaitan dengan meningkatnya status Gunung Merapi tersebut, maka perlu adanya pendokumentasian dari visual Gunung Merapi yang kontinyu dan terbaru.
Lahar adalah istilah vulkanologi yang berasal dari Indonesia untuk menggambarkan fenomena aliran (panas atau dingin) dari campuran air dan bahan-bahan material vulkanik dalam ukuran abu, pasir sampai dengan bongkahan batuan berukuran meter yang mengalir menuruni lereng gunung dan (atau) lembah-lembah sungai.
Sejak tanggal 20 September 2010 pukul 16.00 WIT status G. Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada, sehubungan dengan terjadi peningkatan kegiatan secara seismik. Peningkatan kegiatan terus berlanjut sehingga pada tanggal 21 Oktober 2010 status dianaikkan menjadi Siaga, dan pada tanggal 25 Oktober 2010 status kegiatan G. Merapi dinyatakan awas.