Pada hokekatnya pengamatan magnet pada gunung api yang masih artip itu adalah suatu usaha mengikuti perubahan mag-not disekitar gunung api tersebut. Perubahan medan magnet itu sendiri bisa disebabkan karena adanya: (I) variasi harian (diurnal variation) (II) badai magnet (magnetic storm) (III) variani sokulor (secular variation) (IV) perubahan pembagian temperatur dalam dan sepanjan…
Sesuai dengan salah satu saraa jang tertjantun pada kesimpulsa laporan penulis: "Daerah Bahaja Sementara G. Gelunggung berdastrkaa Peta daa Pustaka" (1967), dinusin hudjaa achir tahun 1968 catara tgl. 6-11-Noventer, telah dilakukna pengukurta kenbali terhadap puatjak sunbat lava G. Djadi di G. Galunggung.
Daerah Bahaja disekitar Kp. Tjikondang dan Pandjagoan perlu diperluas hingga sampai batas Kp. Nagrok
Peristiwa letusan abu/kerikil dikompleks Ecoma (Kawah Ratu) mulai tgl 20 Djuli 1969, djam 07.15. Solfatara berasap kelabu tebal, bahan2 terlempar setinggi 75 0 100 mt, disekitar kawah.
Tugas pengamatan ini dilakukan sehubungan dengan pemberitahu-an PEMERINTAH PROPINSI DJAWA BARAT melalui suratanja tgl.11 April 1969 dan 10 Djuli 1969, perihal Kawah Gunung Galunggung tidak mengeluarkan asap. Pengamatan ini dilakukan penulis beserta Sdr. LUKAS (Dinas Volkanologi, Direktorat Geologi) dengan didampingi oleh seorang pedjabat dari Kantor Ketjamatan Indihyang Tasikmalaja, pada tgl…
Periode kegiatan G. Merapi ini dimulai sedjak Djanuari 1967 jang didahului olch auanpanas-auanpanas letusan. Disusul muntjulnja lava ba-ru.Titik kegiatan tepat pada kegiatan tahun 1961. Pembentukan kubah lava berlangsung terus, diselingi oleh awanpanas-asan-pansa guguran dan letusan.
Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Of the Kt. Salak geothermal field, the Cibeureum, Cibodas and Cipamatutan areas consisted of steam heated surface waters. The Muhinin, Cikarang, Gisako-ti and Cikuluwung springs could either discharge stean condensate or dilute The discharge of the Sarimaya springs consisted of hot brine.
Pada tanggal 3 Nopember 1970, penulis diperintahkan oleh Kasi Pengawasan Gn. Api bertugas ke daerah Djawa Timur dengan S.P.P.D. No. 2271/S/1970. Setelah persiapan jang diperlukan selesai pada tgl. 5 Nopember 1970 berangkat kendaraan dinas D. 1571, bersama Sdr. Suparto S. dan Sdr. Tarmani sebagai pengemudi menuju jogjakarta.