Salah satu realisasi dari tugas nyata perjalanan pemantauan dan pengamatan Gunungapi, yang dikerjakan oleh staf pengamatan Seksi Jawa Barat dan Jawa Timur, Subsidit Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada tahun anggaran 2005 adalah melakukan perbaikan alat seismograf, dan pengamatan langsung ke puncak.
Setelah terjadi peningkatan aktovitas G. Merapi, pengamatan visual difokuskan pada pengamatan kubah lava dan keadaan asap solfatara. Setelah terjadi rentetan gempa vulkanik (swarm) sejak 7 Juli 2005, asap solfatara tampak menebal pada 11-12 Juli hingga mencapai tinggi 500 meter dari puncak. Pada kondisi normal tinggi asap rata-rata di bawah 200 meter.
Sejak erupsi terakhir pada 1956 hingga kini G. Gede dalam keadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian menurun lagi. G. Gede merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif Tipe A di Jawa Barat yang mempunyai penduduk cukup padat di daerah lereng dan kakinya. Perkembangan pemukiman dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbin…
Gunung Papandayan merupakan gunungapi Tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat., dengan ketinggian 2665 meter diatas muka laut. Sejarah letusan yang mulai tercatat adalah pada tahun 1772, sedangkan kegiatan terakhir yang cukup besar terjadi pada tahun 2003. Secara tektoni G. Papandayan terletak pada Busur Sunda
Di Indonesia terdapat 129 gunungapi aktif, 63 diantaranya mempunyai danau kawah dan kaldera. Salah satu di antaranya adalah G.Ijen yang terletak di Kampung Punggungsari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Letusan G. Ijen yang tercatat untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 1796, lalu disusul dengan letusan tahun 1817, meluapkan air danau kawah dan lahar yang melanda l…
Gunung Kelud merupakan gunung api aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmati. Dalam catatan sejarah, G. Kelud pernah meletus beberapa kali. Dampak dari letusan tersebut seringkali mengakibatkan kerugian harta benda bahkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Letusan 1586 merupakan letusan yang paling banyak menimbulkan korban jiwa yaitu sebanyak 10.000 orang menin…
Seperti diketahui akibat laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang demikian cepat, perkembangan pemukiman penduduk merambah ke daerah-daerah yang termasuk dalam kawasan rawan rawan bencana gunungapi. Perambahan hutan untuk dijadikan areal berladang kerap dilakukan oleh penduduk yang berdian di sekitar gunungapi.
Sejak erupsi terakhir pada 1937 hingga kini G. Cereme (3.078 meter d.p.l dalam keaadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian normal kembali. G. Cereme merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif tipe A di Jawa Barat, walaupun letaknya relatif terpisah dari deretan gunungapi aktif lainnya sehingga merupakan gunungapi soliter.
G. Ijen atau nama lainnya Kawah Ijen (2386 m dpl) adalah gunungapi yang muncul di atas dataran Banyuwangi (2100 m dpl), Jawa Timur. Secara adminitratif, G. Ijen termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. G. Ijen (Kawah Ijen) merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang mempunyai danau kawah di bagian puncaknya.
Guungapi Gede yang letaknya berdampingan dengan gunungapi Panrango membentuk suatu gunungapi kembar. Sehubungan dengan letaknya yang berdekatan, sering disebut sebagai Komplek Gunungapi Gede - Pangrango. Gunungapi Pangrango yang relatif lebih tua dari pada Gede sudah tidak memperlihatkan aktifitas vulkanismenya lagi dan berpindah ke gunungapi Gede.