Pemetaan zona risiko bahaya G. Agung ini ditujukan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum mengenai tingkatan risiko yang mungkin timbul sebagai akibat bahaya G. Agung. Informasi tingkatan risiko bahaya G. Agung di suatu wilayah itu dipandang penting sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangan pembangunan di daerah tersebut.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak, tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Pengamatan kegiatan G. Banda Api dilakukan dari Pos Pengamatan di Neira, pemantauan meliputi visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu solfatar/fumarola dan kegempaan, disamping penelitian lainnya yang dilakukan secara temporer. Sedangkan pengamatan aktifitas seismik G. Banda Api dimulai sejak 1970 menggunakan satu set seismograf mekanik "Spindler dan Hoyer" yang ditempatkan di Colombo, lereng…
Maksud dari pemetaan geologi gunungapi lereboleng ini untuk menunjang Pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub. Dit. Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 1998/1999 dengan cara melakukan Pemetaan Geologi Gunungapi Lereboleng mencakup morfologi, struktur geologi, stratigrafi serta evolusinya.
Pengamatan visual dilakukan dari Pos PGA di Harubala dari sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan tanggal 14 September 1998, puncak G. Ili Boleng pada umumnya tampak jelas kecuali pada sore hari kadang - kadang tertutup kabut tipis. Hembusan asap solfatara dipuncak tidak terlihat. Sedangkan pengamatan gempa G. Ili Boleng dilakukan dengan menggunakan 1 unit seismograf elektromagnet Hosaka sistim …
Umumnya dalam pengamatan gempa memakai satu komponen seismogaf, pengolahan data dilakukan dengan metoda statistik. Hasil pengamatan gempa seperti jumlah kejadian gempa dan parameternya dituangkan dalam grafik terhadap waktu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui turun atau naiknya parameter tersebut terhadap waktu yang diperkirakan berhubungan dengan perubahan kegiatan gunungapi. Pengolahan data…
Selama pengamatan dari Pos PGA Ropa maupun dari P. Palue pada bulan September 1998 puncak G. Rokatenda pada umumnya tampak jelas, jarang tertutup kabut. Hembusan asap solfatara putih tipis dengan ketinggian lk. 30 m terlihat dipuncak. Sementara itu, setelah peralatan seismograf diperbaiki, tidak diperoleh data gempa, yang tercatat hanyalah getaran lain, seperti pohon tumbang dan lain sebagainya.
Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan Daerah Bahaya Gunungapi (Kawasan Rawan Bencana Gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
G. Rokatenda terakhir meletus tahun 1985, hal ini menunjukkan bahwa gunungapi ini tetap aktif yang ditunjukkan dengan adanya aktivitas fumarol dan solfatar, sehingga perlu diwaspadai karena bentuk dan posisinya yang dikelilingi oleh perkampungan dengan jumlah penduduknya mencapai 10.609 jiwa. Sebagian besar penduduk tersebut umumnya sulit atau keberatan untuk dipindahkan dengan alasan disamping…