Pemeriksaan terhadap . Guntur, 0. Galunggung, G. Gode G. Papandayan dilakukan pada tanggal 13 a/d 21 Haret 1977 dengan tujuan utana adalah untuk mengetahui koadaan kegiatan gunungapi dibandingkan dengan keadaan pemeriksaan yang lampau.
Sehubungan dengan banjir (lahar) di daerah Perkebunan Gambar yang merusak 15 ha daerah perkebunan, dan 60 buah rumah terlanda diantaranya 4 rumah hanyut dan 7 rumah tertimbun pasir sehingga diadakan pemindahan rumah secara lokal, maka beberapa orang petugas ditugaskan ke daerah tersebut dari tgl. 10-12-76 s/d 23-12-76.
Laporan ini berisi pelaporan mengenai perjalanan di gunung Ciremai dengan menyebutkan waktu, suhu, serta ketinggian.
Sehubungan dengan saran Sdr. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang datanggal * Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bila diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih, dan K. Bebeng, dan sesuai dengan rencana seksi PETAPI.
Pemetaan situasi dan pemeriksaan banjir lahar atau dengan ka ta lain ialah banjir bandang yang terjadi pada tgl. 13 dan 17 November 1976, dilakukan oleh penulis disertai Sdr. Sobana masing-masing dengan SPJ. No. 4872/s/1976 dan SPJ. No. 4875/8/1976. Daerah yang dipetakan ialah K. Basuke Sarat, K. Besuk Kembar, letak nya di Desa Sumberurip Kecamatan Pronojivo, daerah pemeriksaan la- har ialah K.…
Letusan gas masih sering terjadi dengan tinggi asap letusan 200 - 700 meter dari puncak, berwarna putih kecoklatan. Letusan agak meingkat jumlahnya dibandingkan dengan bulan lalu, tetapi guguran lava agak menurun jumlahnya.
Untuk melengkapi data kordinat maupun tinggi diatas air laut di Pos Pengawasan Gunungapi sekitar G. Merapi dilakukan pengukuran kordinat maupun tinggi. Untuk melaksanakan hal tersebut Sdr. Pandi K beserta penulis berangkat tanggal 17 Juni 1976, untuk selama lk. 30 hari.
Penyelidikan gunungapi dillakukan dengan cara mengukur parameter - parameter fisika atau kimia pada suatu gunungapi misallnya seismik, suhu, topografi, magnetik, grafitasi,komposisi, gas, dll.
Pada tanggal 13 Oktober 1975, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian tenggara selama 66 hari, dengan disertai Sdr. Sobana dan Sdr. Sadjiman; yang terakhir ini ditugaskan mulai pertengahan bulan Nopember 1975.
As no satisfactoy scientific work has been completed to date at Dieng it is proposed that the scientific teams scheduled to work in Bali should be redirected immediately to Dieng. With the suggested programme, scientific work could continue through to December 1975 allowing the possible sitting of the first exploratory well by then.