G. Agung yang merupakan gunungapi tertinggi di Pulau Bali dipantau dari tiga tempat, yaitu sebelah baratdaya di Desa Rendang, sebelah tenggara di Batulompeh serta di baratlaut di Budakeling. Di Pos Rendang dan Budakeling, pengamatan dilakukan secara visual dan kegempaan, sedangkan di Pos Batulompeh hanya secara visual. Dari ketiga Pos tersebut dapat mengamati langsung kegiatan G.Agung , karena …
Pada 16 Juni 1994 dilakukan pemasangan seismometer, pengoperasian seismograf kinemetrics PS-2 secara portable. Setelah dilakukan pengetesan, alat dapat beroperasi sebagaimana mestinya, sehingga mulai saat itu kita dapat memantau respon seismik yang berhubungan dengan kegiatan vulkanik G. Wurlali. Kemudian, dari pengamatan lapangan, keadaan sekitar puncak terlihat gersang. Pada umumya gunung ter…
Untuk mengamati kegempaan G.Sirung, sejak tgl 11 September telah dioperasikan seismograf portable PS-2. Seismograf ini terdiri dari seismometer komponen vertikal model L4 dan rekorder model PS-2. Kemudian, selama pengamatan dari tgl 11 sampai dengan 22 September, seismograf hanya merekam gempa tektonik jauh sebanyak 2 kejadian yaitu pada tgl 13 September, sedangkan gempa vulkanik tidak terekam.
G. Iya memiliki 2 kawah, yaitu kawah 1 dengan diameter yang relatif besar kurang lebih 75 m dan kawah 2 yang relatif lebih kecil. Data kimia gas didominasi oleh uap air yaitu mencapai 56,18% sedangkan gas lainnya relatif lebih kecil, bahkan H2S hanya mencapai 0,002. Hembusan gas sangat lemah dan tidak terdengar suara bleitzer, lapangan fumarola tidak terlalu luas, serta tidak tercium bau yang t…
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk dapat mengikuti perkembangan akhir didalam wilayah Daerah Bahaya dan Waspada sekitar Gunungapi Anak Ranakah. Pendataan diutamakan pada masalah kependudukan, lahan-usaha, jalur sebaran bahaya yang umunya melalui lembah dan sungai serta pelaksanaan pengungsian melalui suatu mekanisme yang relatif aman, mudah, dan benar.
Berdasarkan Surat Direktur Vulkanologi nomor 446/1141/DGV/95 tanggal 30 Mei 1995 dilakukan pengumpulan informasi vulkanologi dan kependudukan di daerah bahaya G. Rinjani, sebagai bahan infomasi vulkanologi. Diharapkan penyampaian informasi atau pemberian penyuluhan untuk mengantisipasi kepanikan penduduk karena bencana yang terjadi dapat disampaikan secepatnya.
Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.
Maksud dari penelitian ini adalah sebagai realisasi dari hasil pemetaan geologi foto dan pemeriksaan lapangan daerah Gunungapi Tambora dan sekitarnya, Kabupaten Dompu dan Bima, Prov NTB, sebagai pelaksanaan proyek Pengawasan/Pengamatan dan Pemetaan Gunungapi oleh staff Seksi Penginderaan Jauh, Subdit pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi tahun anggaran 1995 - 1996.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengikuti perkembangan akhir wilayah di sekitar G.Boleng dan kegiatan gunungapinya. Pendataan diutamakan masalah kependudukan, lahan-usaha, jalu sebaran bahaya yang biasanya melalui lembah dan sungai seta sarana dan prasarana yang menunjang upaya atau pelaksanaan pengungsian, melalui suatu mekanisme yang relatif aman dan benar.
Keadaan kawah/puncak G. Sangeang Api (Doro Api, 1842 mdpl), merupakan kubah lava yang tertutup jatuhan piroklastika yang diselimuti hasil sublimasi belerang, suhu maksimum solfatara tertinggi 350 C dan fomarol berkisar 55 C sampai 92 C. Gejala seismik yang tercatat, periode Juli - November 1995 tidak terjadi peningkatan gempa vulkanik, tercatat 262 kali tektonik jauh, 26 kali tektonik lokal dan…