Pengukuran koordinat dan ketinggian ini dilakukan dengan sistem pelygon dengan titik dari triangulasi yang ada disekitar stasiun seismograf masing-masing.
Dalam rangka Pelita IV tahun anggaran 1985/1986, proyek pemetaan Gunungapi, Tim Pemetaan Topografi dan Pengukuran Deformasi, telah merencanakan pengukuran topografi diberbagai gunungapi, salah satu gunungapi diantaranya adalah bagian selatan G. Kelut Jawa Timur.
G. Lamongan merupakan gunungapi aktif yang mempunyai banyak Maar, yaitu sebanyak 27 buah maar yang tersebar di sekeliling nya dan sebagaian besar terisi. Penduduk setempat menamakan Maar yang berisi air tersebut ranu.
Volcanic hazards due to lahar flows were more devastating than those by volcanics strewn from Mt Galunggung; the products of the April, 1982 January, 1983 eruptions.t
Penulis melaksanakan tugas di daerah G. SUndoro berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2580/P/85, tertanggal Bandung 12 November 1985.
Untuk mengetahui status kegiatan G. Merapi perlu dilakukan kompilasi dan penddataan kegiatan seismik hasil rekaman pesawat seismograf dari sekotar G. Merapi
Kegiatan G.Semeru terus menerus diamati dari 3 Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, yaitu di Argosuko, G.Sawur, dan Tawonsongo. Di Pos Pengamatan Gunung Sawur dipasang pesawat pencatat gempa 3 komponen dengan sistim jaringan tripartite.
Telah melakukan pemetaan geologi G. Semeru, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Laporan ini merupakan hasil pemetaan geologi G. Semeru tahap pertama yang berlangsung dari tanggal 20 Mei sampai dengan 18 Juni 1985.
G. Lamongan terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur dan meliputi wilayah Kab. Lumajang dan Probolinggo.
Indonesia memiliki tidak kurang dari 500 gunungapi dan 128 buah termasuk gunungapi aktif yang tersebar mulai dari Aceh sampai Sulawesi melalui Jawa, NusaTenggara dan Maluku.