Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.
Penyelidikan deformasi G.Guntur dilakukan selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei 1994, meliputi penyelidikan pembangunan titik ukur (bench mark), levelling/dry tilt, global positioning system, electronic distance measurement (edm), dan seismisitas G.Guntur.
Penyelidikan deformasi G.Semeru merupakan penyelidikan yang pertama kali, sehingga data - data deformasi ini dianggap sebagai data dasar bagi penyelidikan selanjutnya.
Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di berbagai bidang, maka dalam hal ini Direktorat Vulkanologi dalam memantau kegiatan gunungapi terus mengembangkan metoda serta teknik baru dari berbagai bidang disiplin ilmu termasuk pemanfaatan teknologi nuklir, yaitu Pemanfaatan Radon untuk Pemantauan Gunungapi.
Penyelidikan di K.Lamat, K.Sat dan K.Bebeng bagian hulu dilakukan untuk mengetahui keadaan material yang berada di lembah - lembah sungai tersebut. Dengan diketahui keadaan material yang berada di hulu sungai - sungai tersebut, maka dapat diperkirakan potensi penyebaran aliran lahar pada musim hujan yang akan datang ini, atau Oktober 1994 - April 1995.
Data tilt yang dipasang di puncak G.Merapi memperlihatkan variasi data yang berhubungan dengan kejadian awan panas dimana sebelumnya terjadi awan panas terlihat adanya inflasi sebesar 20 - 30 mikroradian/hari selama sekitar seminggu. Disamping itu, kelompok kerja deformasi merencanakan memasang alat ektensometer di puncak G.Merapi, sebelah timur kubah lava untuk melengkapi alat deformasi penguk…
Dalam mengamati perkembangan aktifitas G.Merapi dibutuhkan peralatan dengan kondisi yang baik, sehingga selain dilakukan penyelidikan dan pengamatan terhadap aktivitas gunungapi Merapi maka dilakukan juga perawatan serta kalibrasi peralatan seismik/magnetik.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas nomor. 116/P/1985, 117/P/1985 dan 121/P/1985 masing-masing atas nama Sdr. I Nengah Guna, Sdr. I Ketut Naka dan Sdr. K Jani Suwartiyasa, diperintahkan untuk melakukan pengamatan visual Gunung Agung. Seperti diketahui bahwa gunung Agung adalah gunungapi bentuk strato yang terletak di kecamatan Rendang, daerah Tingkat II Kabupaten Karangasem Pulau Bali. …
Salah satu fenomena alam yang terjadi sejak bumi ini terbentuk, yaitu erupsi gunungapi. Fenomena ini sejak adanya peadaban dan kehidupan manusia menjadi bencana alam yang kedatangannya tidak dapat diduga secara pasti kapan terjadinya, yang dapat merusak sarana dan prasarana untuk menunjang kelangsungan hidup.
Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kegempaan tersebut terhadap kegiatan vulkanik di Komplek Dieng, yaitu dengan melihat dan mempelajari gempa - gempa yang tercatat pada seismogram.