Untuk memperoleh gambaran deformasi G. Guntur, dilakukan pengukuran deformasi dengan ungkit kering pada setiap titik ukur yang sudah terpasang sebelumnya. Sebagai bahan bandingan diperoleh informasi bahwa terdapat pula data kegempaan di gunung Guntur ini.
Untuk mengetahui perkembangan keadaan tubuh gunungapi G. Kelut sehubungan dengan aktivitasnya Nopember 1989, telah diberangkatkan Tim Pengukuran Deformasi G. Kelut dengan menggunakan cara ungkit kering terhadap 8 titik ukur, levelling di lintasan terowongan, EDM dari Margomulyo terhadap Lirang I dan II yang lokasinya dipinggir bagian Barat bawah G. Kelut.
Pada dasarnya suatu letusan gunungapi disebabkan karena gangguan keseimbangan fisika dan kimia magma di bawah permukaan bumi. Setelah letusan berlangsung, keseimbangan yang baru akan tercapai kembali antara lain dengan terbentuknya sumbat lava dalam pipa kepundan.
Bertambah kecil volum air danau kawah G. Kelut, semakin terbatas pula penyebaran lahar letusan. Berdasarkan data di laporan, usaha pengurangan air danau kawah harus dilakukan secepat mungkin sebelum musim penghujan yang akan datang tiba.
Laporam ini disusun sehubungan rencana kerja proyek pengamatan/pengawasan dan pemetaan Gunung Api tahun anggaran 1989 - 1990, diantaranya pendataan informasi dan penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Papandayan, Gunung Kelut, Gunung Lamongan.
G. Banda Api adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan ketinggian 658 m dari permukaan laut. Posisi geografis 120° 52' 17" BT dan 4° 31' 30" LS. Meru-pakan salah satu pulau di Laut Banda. Gunungapi tersebut mempunyai tiga buah kawah yang terletak di puncak. G. Banda Api termasuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Untuk mengetahui tingkat kegiatan gunungapi ters…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2280/P/85 dan No.2281/P/85 penulis dengan Sdr.Usman Baharmin petugas dari G. Kelimutu ditugaskan untuk melakukan Pengamatan dan Penyelidikan Seismik G. Sangeangapi. Tinggi G. Sangeangapi Doroapi 1949 m. Doro Mantoi 1795 m, tinggi diatas dasar laut. Tipe gunungapi strato kembar. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan, 1.19°03,5 Bujur Timur. Terleta…
Sebenarnya mengenai akan lahirnya G. Hobal ini telah diperkirakan oleh Petroeschevsky (1948). Pada waktu penyelidikan tersebut, dia melihat bualan-bualan air (seperti air mendidih) di laut dekat Ili Gripe. Dalam bahasa daerah setempat "Hobal" berarti timbul, penamaan ini juga didasarkan karena letaknya di dekat pantai Hobal (Tanjung Paugora).
Gunung Rinjani adalah gunungapi aktip. Termasuk dalam tipe strato dengan kaldera yang berdanau. Merupakan gunungapi paling tinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci terletak dalam wilayah Nesatenggara Barat (P.Lombok). Secara geografis terletak pada garis 116°15'-116°35' BT dan 8°108040 dengan ketinggian 3726 meter dari muka laut dan danau kaldera 1998 meter.