Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tanggal 23 Mei 1980 Nomor 150/P/80, kami bersama Sdr. Toha ditugaskan ke puncak Gunung Raung.
For the post-World War II period, most of the data are derived from observations by the then Volcanological Survey Division of the Geological Survey of Indonesia, where one of us (I.S) was attached since 1952.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1880/P/80 tanggal 1 Desember 1980, penulis bersama dengan dua orang pengamat dari G. Merapi di Pos Babadan dan Plawangan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah G. Merapi.
Dataran tinggi Dieng yang diangap sebagai kumpulan gunugapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai kumpulan gunugapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai daerah yang mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tenaga panas-bumi.
Dataran tinggi Dieng mempunyaib ketinggian rata-rata sekitar 2000m di atas muka laut. Dataran ini memiliki bayak kerucut, kawah, danau, sumuran dan rawa yang diduga bekas letusan.
Sejak akhir 1978 daerah sekitar G. Lawu digoncang gempabumi makin hari makin sering dan makin besar kehebatannya (intensity).
Pengamatan kegiatan gunung Tangkubanprahu dilakukan secara tetap dari sebuah pos pengawasan yang terletak di tepi atas kawah Ratu bagian selatan pada ketinggian +2030 meter dari muka laut.
Gunung Wayang (2181m) terletak pada 7 derajat 12 1/2 1 lintang selatan dan 107 derajat38' bujur timur kira-kira 7,5 km sebelah tengggara kota Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Merapi Volcano in Central Java is the most active volcano in Indonesia. Eruptions have occurred very frequently (approximately once in a year as recorded since 1920) and it is situated in a densely populated area. Therefore it may be classified as a very dangerous volcano.
Bertitik tolak dari berita yang dimuat dalam B.D.G no.22, tahun ke VII edisi Juli (1976), oleh Kepala Bagian Proyek WASAPI berdasarkan laporan dari pos pengawasan Kawah Ijen di Paltuding, menyatakan bahwa G. Raung meletus pada tgl 2-8 Juni 1976.