Penulis ditugaskan untuk melakukann pengukuran dan pengamatan di K. Putih, akibat penyimpangan aliran lahar.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.
Dengan surat perintah No. 4174/S/1975, tanggal 4 Oktober 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan pengamatan lahar di sungai-sungai sebelah baratdaya Gunung Merapi; sehubungan dengan banjir yang terjadi tanggal 4 Oktober 1975.
Sejak peningkatan kegiatan G. Kelut bulan Agustus 1973, perhatian terhadap salah satu gnungapi yang berbahaya itu sangat meningkat pula, yaitu dalam usaha pengumpulan data sehubungan dengan gejala kegiatannya.
Dalam rangka penyempurnaan pengamatan seismik di Gunung Kelut dalam bulan Juli hinggga Agustus telah dilakukan pemasangan kabel bawah tanah dari Bambingan sampai Margomulyo sepanjang 1k. 4000 meter.
Pada tanggal 9 Februari 1975 jam 11.45 lebih dari 33 detik terjadi gempa bumi di daerah Sukabumi dan sekitarnya akibat tersebut banyak bangunan - bagunan yang rusak retak - retak bahkan ada yang roboh pula.
Pada tanggal 7 Juni, Poenarmo Kridoharto, Ubed Betakandata dari seksi Esplorasi Geofisika , Pramono dan penulis ditugaskan ke G. Merapi untuk melakukan pengamatan geomagnet.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, h. 153 - 154) gunungapi raksasa ini muncul di sebelah timur dari suatu deretan puing gunungapi yang berjurus barat laut - tenggara.
Sehubungan dengan Rentjana Pembangunan Lima Tahun, tahun ke II (1970) tahap pertama penulis telah ditugas- ke G. Papandayan untuk membantu Kasi Penelitian G. Api jang akan mengadakan penelitian daerah bahaja gunung kan tersebut. Selain dari pada itu dibuat pula penampang sungai2 terutama jang mempun jai hulu dari Kawah Gn. Papanda jan, diantaranja ialah: Tji Paragpug, Tji Beureum leutik, Tji B…
Antara tanggal 19 hingga 30 November 1961 telah dilakukan pemotretan dari udara diatas daerah sekitar G.Merapi, Djawa Tengah, dengan maksud untuk mengumpulkan keterangan - keterangan jang nantinya dapat dipakai sebagai pegangan pada penafsiran daerah - daerah jang akan bandjir serta akibat2nja.