Penyelidikan tahap III dilakukan selama 40 hari, mulai 9 Oktober sampai dengan 17 Nopember 1985, dikerjakan oleh satu tim pemeta yang terdiri dari A. Zaennudin, Isya N. Dana, Rudy D. Hadisantono, dan Deden Wahyudin. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya.
Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
Selama melakukan pengamatan visual G. Gede, juga mengamati kehempaan bulan april 1986, guna evaluasi tingkat kegiatan G. Gede sampai saat ini
Selama melakukan pengamatan seismik di . Tangkubanparahu, selain mengamati kegempaan pada bulan Mei 1986, juga mela- kukan pengamatan visual, serta melakukan pengukuran suhu solfatara Kawah Baru, Kawah Ratu, Kawah Upas dan Kawah Domas.
Penyelidikan Geokimia Gas Komplek Kawah. G. Tangkuban perahu dan sekitarnya dalam rangka pengumpulan data secara kimiawi di lapangan dan laboratorium.ra
G. Raung merupakan salah satu gunungapi giat tipe A di Indonesia. Secara administratif gunung ini terletak di dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sedang-kan secara geografi letaknya pada 8° 73' Lintang Sela-tan dan 114° 24' Bujur Timur
Pemetaan itu meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya. Hasil dari penyelidikan ini diharapkan dapat menunjang penyelidikan lainnya.
Pekerjaan perbaikan peralatan survey Geomagnit dilapangan ini dilaksanakan bulan Juni 1986 berdasarkan surat perintah perjalanan dinas SFFD No. 425/2/1986 adalah merupakan kelanjutan dan penyempumaan pekerjaan terakhir sebelumya yang disana sini masih terdapat kekurangan disebabkan keterbatasan waktu pelaksanaan pekerjaan dan biaya.
Berdasarkan berita yang diterima dari Pos Pengamatan G. Merapi di Plawangan yang melaporkan adanya kemungkinan kerusakan pada peralatan geomagnet dari stasion lapangan Jumoyo yang selama beberapa waktu tidak berfungsi.
Peramalan letusan gunungapi merupakan suatu tugas yang sangat sulit untuk dicapai ketepatannya. Oleh karena itu un-tuk mendukungnya diperlukan sebanyak mungkin hasil pengamat-an gejala vulkaniknya. Khususnya G. Lamongan yang relatif 'sering' menghasilkan letusan samping dibandingkan dengan gunungapi lainnya, segala gejala vulkaniknya perlu diamati secara sinambung. Tetapi pada waktu ini baru te…