Para penulis ditugasi oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan visual dan pemeriksaan laharan di sungai-sungai yang mengalir di lereng tenggara dan selatan G. Semeru.
Untuk pengukuran deformasi ada beberapa macam metoda yang bisa digunakan yaitu diantaranya dengan cara EDM, dry tilt, level-ling dan watertube.
Seismograf yang sedang dioperasikan ini merupakan salah satu jenis seismograf "portable" yang dapat membantu lebih efisien dan efektif dalam mendapatkan data kegem- paan dan membaca serta menganalisanya. Dalam hal ini getaran-getaran dapat disaring sedemikian rupa sehingga getaran gempa tertentu (yang diharapkan) saja yang da- pat terekam. Seismograf beserta seperangkat alat pelengkapnya dipasa…
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrografi di laboratorium batuan G.Gede dimaksudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia untuk dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahaya yang diakibatkan letusan gunungapi G.Gede.
Berdasarkan SPPD No. 1340/P/85 penulis beserta L. Djorahman B.Sc. dan Sdr. M.S.L. Tobing ditugaskan ke Gunung Tangkubanperahu untuk mengadakan pengukuran deformasi dengan cara dry tilt, pelaksanaan pengukuran ini ada kaitannya dengan sedikit meningkatnya kegiatan sismik.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrog rafi di laboratorium terhadap Gunungapi G.Papandayan dimak sudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia
Pengamatan terhadap kegiatan G. Guntur secara tetap telah dimulai sejak September 1985, lokasi Pos Pengamatan di Desa Sirnajaya, wilayah Kabupaten Garut.
Pada tanggal 17-7-1985 penulis dan Sdr. E.Sihat dengan Sppd No. 1220/P/85, 1221/P/85 ditugaskan ke daerah ini guna mengadakan pemetaan yang baru. Dalam pelaksanaan pemetaan ini kami mempegunakan alat seperti : a) T.O. Wild Complit b) Rool meter c) Calculator d) Altimeter e) Peta - peta lapangan.
Pengukuran koordinat dan ketinggian ini dilakukan dengan sistem pelygon dengan titik dari triangulasi yang ada disekitar stasiun seismograf masing-masing.
Dalam rangka Pelita IV tahun anggaran 1985/1986, proyek pemetaan Gunungapi, Tim Pemetaan Topografi dan Pengukuran Deformasi, telah merencanakan pengukuran topografi diberbagai gunungapi, salah satu gunungapi diantaranya adalah bagian selatan G. Kelut Jawa Timur.