Komplek Pegunungan Dieng terdiri dari dua gunungapi tipe A, yaitu G. Butak Petarangan dan G. Dieng. G. Butak Petarangan merupakan gunungapi strtao dengan ketinggian 2222 meter, kawahnya dikenal dengan nama Kawah Telaga Dringgo dan lapangan fumarolanya Condrodimuko, sedangkan G. Dieng merupakan pegunungan yang memiliki banyak kerucut dan banyak lapangan fumarolanya.
Secara administratif G. Kelud termasuk dalam tiga wilayah administratif yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Propinsi Jawa Timur. Gunung Kelud (1731 m dpl) meruapakan salah satu gunungapi strtao aktif Tipe A yang ebrada di wilayah padat penduduk. Menurut catatan sejarah kegiatannya, erupsi G. Kelud telah menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatat diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada Erupi tahun 1772 longsor dan awanpanas terjadi yang menyebabkan 2951 orang menjadi korban.
Kompleks G. Bromo - Tengger terdiri dari dua buah kaldera yang saling tumpang tindih. Sebagian area kaldera tua hilang akibta pemunculan kaldera yang lebih muda. Dasar kaldera ini mempunyai ketinggian lebih kurang 2100 m di atas permukaan laut dan sebagai besar tertutup oleh endapan pasir lepas. Tinggi dari tebing kaldera ini lk. 150 - 1500 m dari lautan pasir.
Gunungapi Salak merupakan gunungapi tipe strato, dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapan piroklasyik secara bergantian. Gunung Salak ini salah satu gunungapi tipe A yang secara administratif masuk dalam wilayah tinggat II Sukabumi dan Bogor. Gunungapi Salak memiliki dua buah dinding kawah yang berbentuk tapal kuda yang mengarah ke baratdaya dan utara-timurlaut.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi berbentuk kerucut, ketinggian puncaknya dalah 3.432 mdpl, gunung tertinggi kedua di Pulau JAwa Setelah G. Semeru (3. 690 m dpl). Secara administratif masuk Provinsi Jawa Tengah dalam 5 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Purbalingga, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Pemalang. Catatan sejarah kegiatan G. Salamet menunjukkan gunungapi ini sering meletus, baik eksplosiā¦
Gunungapi Slamet adalah gunungapi tipe strtao dengan tinggi puncak 3432 meter di atas permukaan laut yang muncul dalam busur magamatik Sunda di Pulau Jawa. Gunungapi ini terbentuk sebagai konsekuensi dari dinamika penunjaman lempeng lautan Indo-Australia ke bawah lempeng benua Eurasia dengan arah relatif ke utara.
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentuk strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk tipe A, Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi berbentuk kerucut, ketinggian puncaknya adalah 3.432 m (dpl), gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Semeru (3.690 m dpl). Secara administratif masuk dalam Provinsi Jawa Tengah dan 5 wilayah, yaitu: Kabupaten Purbalingga, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Pemalang. Catatan sejarah kegiatan G. Salamet menunjukkan gunungapi ini sering meletus.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik.