Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan Daerah Bahaya Gunungapi (Kawasan Rawan Bencana Gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
G. Rokatenda terakhir meletus tahun 1985, hal ini menunjukkan bahwa gunungapi ini tetap aktif yang ditunjukkan dengan adanya aktivitas fumarol dan solfatar, sehingga perlu diwaspadai karena bentuk dan posisinya yang dikelilingi oleh perkampungan dengan jumlah penduduknya mencapai 10.609 jiwa. Sebagian besar penduduk tersebut umumnya sulit atau keberatan untuk dipindahkan dengan alasan disamping…
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data - data geologi yang berhubungan dengan gunungapi tersebut yang didasarkan dari hasil penafsiran citra foto udara serta didukung dengan ceking/penelitian langsung di lapangan. Penelitian yang dilakukan meliputi aktivitas gunungapi tersebut, sebaran, posisi dan jenis batuan yang dihasilkan, morfologi yang dibangun dan struktur geologi yang berkem…
Berdasarkan pengamatan di lapangan, aktifitas vulkanik G. Ili Werung pada kondisi sekarang masih terbatas pada aktifitas solfatara/fumarola di dalam kawah - kawahnya. Data pengukuran suhu solfatara/fumarola dalam Juni s/d Agustus 1998 masih dalam kondisi suhu normal. Data gempa vulkanik sejak seismograf beroperasi kembali Juni s/d Agustus 1998 menunjukkan suatu peningkatan jumlah gempa, bila d…
Letusan - letusan G. Batur dalam 1994 - 1995 bersifat eksplosive disertai lontaran material pijar dan menghasilkan kawah baru (Kawah 1994). Kemudian letusan 8 November 1997 hanya berupa letusan - letusan gas kering dari dalam Kawah Batur III. Kemudian pada 2 Juni 1998 pusat letusan berpindah dari Kawah Batur III, menghasilkan kawah baru (Kawah 1998).
Gunung Boleng (Ileboleng) telah dipetakan puncaknya oleh Reksowirogo th 1972 yang meliputi kawah utama dan sebagian puncak bagian selatan, Reksowirogo th 1976 juga memetakan tubuh G. Ileboleng dan kampung - kampung sekitarnya dengan skala 1 : 20.000. Vegetasi tutupan sekitarnya didominasi oleh padang rumput. Pada pengukuran topografi situasi puncak (1988), keadaan kawah ileboleng, secara visua…
G. Api Tambora terletak di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Tubuhnya menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar. G. Api ini termasuk gunungapi tipe A. Erupsi yang terkenal terjadi tahun 1815 yang mengakibatkan korban tewas sejumlah 92.000 orang, dimana 10.000 orang meninggal akibat langsung dari letusan dan selebihnya karena penyakit dan kelaparan selama bencana berlangsung.
G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.
Pengamatan kegiatan G. Sirung telah dilakukan sejak Agustus 1994, Pos PGA G. Sirung lokasinya terpencil, transportasi umum dari Labuhan Baranusa ke Pos Pengamatan belum ada. Sehingga untuk kelancaran kebutuhan Pos Pengamatan sering terlambat dalam perjalanan keluar maupun masuk ke P. Pantar. Sebaiknya untuk kelancaran operasional Pos Pengamatan G. Sirung, Direktorat Vulkanologi perlu melakukan …