Batugamping yang berumur Paleogen-Neogen tersingkap cukup baik di tiga pulau utama di Indonesia Bagian Barat, yaitu Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hal ini tentu tidak terlepas dari keadaan geologi regional Asia Tenggara pada Paleogen-Neogen, yang mana ketiga pulau ini masih merupakan satu kesatuan, yaitu Dangkalan Sunda. Kesamaan runtunan stratigrafi Neogen di ketiga wilayah ini menghasilkan fo…
Laporan ini berisikan sejumlah data kimia batuan Gunung Anak Krakatau dalam bentuk tabel.
Gunungapi Galunggung yang baru saja meletus pada 1982-1983 me-rupakan daerah gunungapi ideal untuk mengadakan penelitian volkanostratigrafi dan petrologi batuan gunungapi.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrografi di laboratorium batuan G.Gede dimaksudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia untuk dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahaya yang diakibatkan letusan gunungapi G.Gede.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrog rafi di laboratorium terhadap Gunungapi G.Papandayan dimak sudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia
Pemeriksaan Petrografi Batuan di Gunung Galunggung
Sebagai penelitian lanjutan potensi batuan kaya kalium di sekitar Gunung Muria (Jawa Tengah), telah dilakukan penyelidikan dengan menerapkan cara geomagnet di beberapa lokasi yang dipandang cukup prospektip. Maksud daripada penelitian ini ialah untuk memperkirakan penyebarannya berdasarkan respons komponen vertikal geomagnet terhadap batuan di sekitarnya.
Sejak meletusnya G. Galunggung sekitar 4-5 April 1982 hingga awal Sep tember 1982, saya bersama Atje Purbawinata secara menerus menganalisis petrografi per conto bom gunungapi, skoria, lapili dan pasir hasil le-tusan G. Galunggung. Jenis batuan tsb diketahui bersusunan sekitar an -desit basaltik sampai basal. Namun kemudian sejak pertengahan September 1982 s/d November 1982, G. Galunggung mengh…
Si raksasa Lawu, yang samasekali lepas dari gunungapi lain, menjulang bagaikan suatu kerucut raksasa dari dataran Solo dan Madiun, menurut Prof. Veth agak dianaktirikan oleh para penyelidik Jawa. Hanya Junghuhn mendaki gunung ini dalam 1838 dan melukiskan masif gunungapi sesungguhnya secara teliti dan bersemangat. Pembahasan, yang oleh Veth disebut seperti dari seorang ahli, kini masih menggamb…