G. Kelimutu (1640) disebut juga G. Geli Mutu merupakan gunungapi strato tipe A. Keli artinya gunung, Mutu berasal dari kata Nutu, Nutu adalah kata yang menggambarkan keadaan rumput yang dibakar dan mengeluarkan asap, jadi Kelimutu dapat diartikan sebagai Gunung Yang Mengeluarkan Asap. Di puncak G. Kelimutu terdapat tiga buah datanu kawah yang sangat indah dimana warna airnya berbeda-beda, Danau…
Wilayah kepulauan Indonesia merupakan daerah lawan bencana alam termasuk bencana letusan gunungapi. Berdasarkan statistik dalam tahun 1900-1999 di Indonesia terjadi 224 kejadian bencana alam yang diantaranya 15% ditimbulkan oleh letusan gunungapi. Dalam kejadian tersebut 18.000 jiwa atau 31% dari 59.743 jiwa akibat bencana alam. Hampir setiap tahun tercatat sedikitnya satu gunungapi di Indonesi…
Sesuai informasi dari Direktorat Vulkanologi. sampai menjelang akhir September 1980 Gunung api Karangetang masih terus dalam keadaan bekerja, belum mereda karenanya tingkat kewaspadaan tinggi aparatur pemerintah daerah yang sudah ada itu untuk sementara waktu masih tetap perlu
Dareah bahaya, lingkaran jari-jari 5 km dari titik letusan, termasuk kampung-kampung: ULU letak pada garis perbatasan. Dari situ melingkar terus ke Timur, Utara dan Barat, sehingga sampai di kampung PENA. Semua kampung-kampung di kaki gunung api ada dalam daerah bahaya
G. Tambora merupakan salah satu gunungapi yang sangat terkenal sebagai gunungapi tipe kaldera. Letusan paroksimal tahun 1815 menghasilkan sebuah kaldera. Karena letusan katastropik Tambora tahun 1815 yang memakan korban jiwa manusia 9korban letusan langsung tidak kurang dari 10.000 jiwa). Sementara korban tidak langsung jumlahnya mencapai 38.000 jiwa di Pulau Sumbawa dan tidak kurang dari 44.00…
Indonesia merupakan salah satu Negara terkaya akan gunungapi, tersebar dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT lalu berbelok ke utara Kabupaten Banda, Maluku, Sulawesi Utara hingga berbatasan dengan Philipina. Gunungapi merupakan salah satu jalan pelepasan energy yang ditimbulkan dari tumbukan antar lempeng sehingga muncul gunungapi-gunungapi di bagian depan penunjaman.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan/pengawasan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan daerah bahaya gunungapi (kawasan rawan bencana gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Ndetu Napi dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Sukaria dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219/04…
Pemetaan zona risiko bahaya G. Agung ini ditujukan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum mengenai tingkatan risiko yang mungkin timbul sebagai akibat bahaya G. Agung. Informasi tingkatan risiko bahaya G. Agung di suatu wilayah itu dipandang penting sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangan pembangunan di daerah tersebut.