G. Makian adalah salah satu diantara 127 buah gunungapi di Indonesia yang terhitung aktip dan salah satu diantara 51 buah gunungapi yang perlu mendapat pengawasan yang teratur. Letusan G.Makian dapat disejajarkan dengan letusan G.Kelut di Jawa Timur atau letusan G.Awu di P. Sangir Besar. Gunungapi2 ini biasanya meletus dengan dahsyat dalan waktu yang relatip berlangsung sangat pendek, katakan k…
Pada 17 Desember 1980 saya dengan SPPD n. 1962/P/80, A.D. Viranapu dan tra A.D. Sumpena ponsurvai dari Saksi Penotaan Vopografi dengan SPPD n. 1963/P/00 dan SPPD n. 1964/P/60 ditugaskan ke Dasrah Haluka Utara untuk melakukan pameriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Ibu, G. Gankonora dan Telaga Bano. Posisi geografi G. Ibu torle-tak pada guris Lintang Selatan 1°29' dan 127°38 Bujur Tim…
G. Kie nesi di p. Makian terletak pada posisi 0°19' Lintang Uters 127 24 Majur Timur. Puncak tertinggi terletak 1357 m diatas permukaan laut. Sebuah danau berukuran 450 g 150 n terdapat dipuncaknya (Neuman van Padang, 1951) sedangkan menurut penelitian pada tahun 1969 luas danau tersebut lebih kurang 75000 m. Menurut sejarah kegiatannya gunung ini termasuk gunung yang ak-tip. Letusan letusan …
Buku ini membahas tentang letusan katastropik Gunung Krakatau tahun 1883.
Peletusan G Gamalama September 1980 merupakan letusan magmatik Kogia an tersebut terjadi melalui dua tempat yaitu Kawah Utama dan Kawah Baru. Bom lapili dilemparkan pada daerah sejauh lebih kurang 1,5 km dari puncak, sedangkan abu tersebar di seluruh P. Ternate sampai ke Halmahera. Akibat peletusan ini hampir 85% dari seluruh penduduk P. Ternate yang berjumlah 70.000 jiwa mengungsi ke daerah se…
Pangamatan terhadap G. Dukono, G.Gamkonora di Halmahe ra dan G.Gaurlana di Pulau Ternate dilakukan pada tanggal 17 Juli 4 Agustus 1980. Untuk mengetahui perkembangan kegia-tannya, seperti penyelidikan-penyelidikan terdahulu, terha dap ketiga gunung tersebut masih terbatas pada pengamatan: secara visual dan pengukuran suhu. Dengan data yang ada se-karang, kemudian menbandingkan dengan data hasil…
G. Gamalama di P. Ternate terletak pada posisi 0° 48° LU dan 127° 19,5° BT. Gunung api ini termasuk jenis strate yang tingginya 1715 m di atas permukaan laut atau 2700 m diatas dasar laut. Menurut sejarah kegiatannya yang diketahui sejak tahun 1538 hingga tahun 1962 telah tercatat 62 x letusan/peningkatan kegiata, di antaranya letusan yang menimbulkan korban jiwa tecatat pada tahun 1673, 1…
Pada 10 September 1980 A.D.Wirasaputra dan saya dengan SPPD n 1123/P/1989 Dan n 1122/P/1980, ditugaskan ke G.Gamalama P.Ternate Maluku Utara. Tujuannya untuk memetakan bahan letusan G.Gamalama yang meletus sejak 4 September 1980, dan membuat pengampang melintang dan memanjang dari beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak yang kemungkinan besar dilalui oleh laharhujan. Perkerjaan tersebut …
Pada 17 Desember 1980 dengan SPPD n 1988/p/80 dan SPPD n 1989/p/80, saya dan sdr. Sobana ditugaskan ke Maluku Utara, untuk mengadakan pengukuran topografi G.Gamala. Gunung tersebut meletus pada 4 September 1980. dan sejak 1965 belum pernah diadakan pengukuran topografinya
Setelah menyelesaikan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Gamnokora, tim meninggalkan G. Gamnokora untuk menuju G. Todoko yang terdapat di Pulau Halmahera termasuk Kecamatan Sahu, Kabupaten Maluku Utara. Posisi geografi terletak pada garis Lintang Utara 1° 18' dan 127° 26' Bujur Timur. Untuk mencapai daerah G.Todoko (Telaga Rano) perjanlanan dari Ternate ke Jailolo selama 1K 4 Ja…