Secara administrasi lokasi penyelidikan terfetak di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Penyelidikan dilakukan dengan pemetaan geologi sekala 1: 25.000, pemercontoan sumur uji dan tebing singkapan. Analisis laboratorium yang dilakukan yakni kimia (major elements), berat jenis, petrografi, XRD, raman spectroscopy dan kapasitas tukar kation. Endapan zeolit yang terdapat di dae…
Metodologi yang di lakukan pada kegiatan prospeksiTimah dan REE (Rare Earth Element) di kabupaten propinsi Riau ini adalah pemetaan sebaran aluvial pemboran tangan menggunakan alat bor hend auger dan doomer dengan titik pemboran acak dengan kedalaman antara 3-4 meter hasil bor tersebut di dulang untuk analisis mineralogi butir sedangkan komposisinya di analisis dengan metode ICP (Induced Caupel…
Gunungapi Inelika merupakan gunungapi strato (1559 mdpl) yang terletak di Provinsi Nusa Tengagra Timur. Gunungapi ini cukup aktif. Puncak G. Inelika dapat dicapai dari dua arah pendakian, yaitu sebelah timur melalui kampung Menge, sekitar 13 km dari kota Bajawa dan melalui lereng barat gunung Inelika melewati kampung Bolonga. Dari kedua jalan pendakian diatas, pendakian melalui lereng barat leb…
Gunung Ile Boleng merupakan gunungapi aktif Tipe A yang terletak di bagian tenggara Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian 1659 meter di atas permukaan laut. Dari data visual dan kegempaan, tingkat aktivitas Ile Boleng saat ini berada pada Level I (Normal). Berdasarkan sejarah aktivitas vulkaniknya dari tahun 1885 hinggal 1987 G. Ile Boleng telah …
The integrated surveys have been conducted in the Central Kalimantan, aiming to make clear geology, stratigraphical sequences, igneous activities, geological structures and mineralizations and to investigate possibilities of natural resources based on the study of relationship between geology and mineral deposits. As a results of the geological surveys conducted from several phases in the area …
Karakter erupsi Gunungapi Inelika bersifat eksplosif atau efusif, letusan biasanya tidak berlangsung lama. Catatan sejarah letusan awalnya diketahui pada tahun 1905 dan baru terjadi letusan kembali pada tahun 2001. Pada tahun 1905 terjadi letusan eksplosif yang berlangsung selama 5 jam, letusan tersebut bersifat semi magmatik dengan material vulkanik melanda ke daerah timur laut.