Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Dalam laporan ini membahas perjalanan ke pos - pos penjagaan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari : Gunung Kelut, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, Gunung Dieng, Gunung Merapi, dan Djrakah.
Keadaan Kawah Idjen dari tanggal 5 s/d 10 September 1957 : Cuaca tiap pagi cukup terang, angin sering meniup kencang dari arah tenggara. Sekitar kawah sering gelap terganggu dengan asap air telaga dan asap solfatara.
Dipuncak pegunungan Idjen terdapat 3 buah bangunan rumah, masing - masing letaknya berjauhan, yaitu : (1) Pondok Kawah Idjen; (2) Pondok U.G.A. (Pos Urusan G.Api) sebelah Selatan; (3) Pondok U.G.A. (Pos Urusan G.Api) sebelah Utara.
Pada tanggal 23 Februari 1956, kami diberi tugas untuk memeriksa G.Kelud, berkenaan dengan terjadinya ombak didalam setinggi 5m, pada tanggal 20 Februari 1956, yang disebabkan oleh longsornya dinding kawah sebelah Barat-Daya dari kawah.
Pada permulaan bulan Februari oleh pos penjagaan D.G.B di Kawah Idjen telah dilaporkan adanya tanda - tanda kegiatan dari G. Raung, yang terlihat mulai tanggal 31 Januari 1953.
Pada tanggal 18 Desember 1951 penulis berangkat ke Gunung Kelut untuk mempelajari keadaan G.Api tersebut. Sesudah letusan dan teristimewa mempelajari turunnya lahar dingin dan kemungkinan- kemungkinan yang dapat terjadi sebagai akibat dari aliran tersebut.
Laporan ini membahas Gunung - Gunung berapi yang berada di daerah Jawa Timur, yaitu: (1) Kawah Idjen; (2) Gunung Raung; (3) Gunung Semeru; dan (4) Gunung Bromo.
Among the number of active volcanes of Jawa this is the lowest and smallest in dimension. Seen from the western shore of the lake (ranu) Lamongan or Glagah, his right summit, which his a cone-shaped form is visible under a view angle of 9'54', and his sharp angular left summit under an angle of 7' 22' above the horizon.
In the night of May 19th to the 20th, 1919 the nature powers again have shown their everything destructing violence. The contents of the craterlake of the G.Kelut was suddenly ejected over the craterwalls.