Berbagai metode penyelidikan telah diterapkan untuk mengetahui dan mengenali karakteristik suatu gunung api. Geologi, geofisika, Geokimia didukung oleh sistem instrumentasi dan sistem satelit terus melakukan studi agar sistem pemantauan terhadap gunung api dapat membuahkan hasil. Metoda seismik, hingga kini diakui sebagai ujung tombak dalam peman taun suatu gunungapi, terbukti kehandalan metoda…
Tulisan ini dibuat sebagai laporan perkembangan kegiatan penelitian Seksi Petrokimia dan Gas dari Sub Dit Analisa Gunung api yang dilaksanakan di Gunung api Ambang, Kabupaten Kotamobagu, Sulawesi Utara, mulai tanggal 13 Juni 1997 sampai dengan 8 Juli 1997. Kegiatan penelitian dilakukan sesuai dengan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api Tahun Anggaran 1997/1998. Maksud dar…
Penyusunan laporan Gunung api Karangetang dibuat sebagai realisasi dari hasil Petrokimia Gas Gunung api. Penyelidikan ini dimulai pada tanggal 20 Desember 1996 sampai dengan 8 Januari 1997, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang tercakup dalam Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api Tahun Anggaran 1996/1997. Kegiatan penyelidikan geokimia gas gunungapi dilakukan dengan bebera…
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan petrokimia G. Soputan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara mulai tanggal 30 April - 19 Mei 1994 dalam rangka pelaksanaan proyek Penyelidikan Gunung Api dan Panas Bumi Tahun anggaran 1994/1995. Dalam penyelidikan ini mempergunakan Peta Topografi dan Peta Geologi Komplek Gunungapi Soputan dan Sekitaranya, Minahasa, Sulawesi Utara sk…
Didalam keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1892/KPTS/Pertambangan/1984 maka menurut pasal 404 Sub Direktorat Analisa Gunung api mempunya fungsi yaitu, Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa-Tengah, melakukan penyelidikan petrokimia, gas dan uap panas bumi, serta melakukan perancangan, perakitan, perbaikan, pengembangan dan percobaan instrumenta…
Pada bulan September 1986 tepatnya tanggal 4 September 1986, G. Lokon yang terletak di kecamatan Tomohon, Minahasa,Sulawesi Utara terjadi kegiatan peletusan. Sehubungan dengan ini maka Sdr. Suratman BSC dari Sub Dit. Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah mengumpulkan bom gunung api sebanyak dua buah conto (Lok-A/86 dan Lok.-B/86). Conto tersebut diambil sekitar 400 m di sebelah ten…
Maksud penelitian adalah meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunung api Awu, meliputi pencarian dan pengambilan contoh batuan lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, analisa petrogafi dan analisa kimia contoh batuan. Sedangkan tujuannya mendapatkan gambaran tentang karakter komposisi mineral dalam batuan dan variasi geokimia dari batuan hasil gunungapi Awu. Berdasarkan pemeriks…
Penyusunan laporan Gunung api Karangetang dibuat sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunung api. Penyelidikan ini dimulai pada tanggal 8 Mei 1996 sampai tanggal 1 Juni 1996, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang tercukup dalam Proyek Penyelidikan dan Pengaman Gunung Api Tahun anggaran 1996-1997
Gunungapi RInjani merupakan gunungapi kedua tertinggi di Indonesia yang terletak di pulau Lombok bagian utara, dengan ketinggian 3726 mdpl. Kerucut Rinjani yang menjulang tinggi dan terjal dibangun oleh batu-batuan lepas piroklastik dan leleran lavan andesitik sampai basaltis. Kawah pusat yang terdapat di puncak, memiliki kedalaman 300 m dengan beberapa tembusan fumarola.