G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.
Pada pertengahan bulan November 1981 yang lalu daerah Sumatera Barat telah terjadi gempa yang cukup kuat beberapa kali beruntung mengguncangkan Kota Padang, Padang Panjang sampai Bukittinggi dan sekitarnya.
Di dalam bukunya, kemerling mengatakan, bahwa jalan jung menuju kepuncak ada dua, pertama yang terdekat dan termudah lewat batu - sababaru. Sesampai disitu terus mengikuti jalan raja ke Natal. Tempat tertinggi di jalan disebut Pintu Angin, ketinggian 1280m. Pinggir kawah yang akan dituju 2145m. Jadi perlu mendaki lagi 865 m.
Mengingat pentingnya D.G.B. di Indonesia, yang kepulauannya penuh ditaburi oleh gunung - gunung yang berapi; maka penting sekali jika D.G.B disempurnakan, Demikian pendapatnya pemimpin D.G.B.
Pengamatan visual sering kali terhalang cuaca yang buruk, kabut mendung, gerimis - gerimis hujan yang menutup tubuh G. Merapi. Selama waktu cerah yang sejenak, asap, solfatar woro, Gendol, dan ladang yang lain berhembus dengan tekanan lemah setinggi maksimum 400 m. Dari Pos Pengamatan Babadan, Plawangan, dan Ngepos termati kubah lava yang meninggi dan bertambah besar.
Deretan vulkanik Ungaran - Merapi di Jawa Tengah terletak pada satu kelurusan-vulkanik (volcanic-lineament) yang berorientasi U 67' B. Kerucut - kerucut vulkanik tersebut pada umumnya memproduksi batuan alikali-kapur, namun demikian gunungapi - gunungapi tersebut memperlihatkan sedikit variasi dalam kandungan K20.
Indonesia is at the same time one of the most populous (5th in the world after PR China, India, USSR, USA), and one of the most volcanic, areas in the world, lying as it does at the intersection of three major plates. (The Geological background has been covered by Dr. Barber's contribution).
Pengukuran ini dilakukan pada 16 Oktober 1986 di lokasi tetap seperti pada pengukurqn sebelumnya yaitu di jalur Woro-Gendol. Titik-titik, pengukuran ada tiga belas buah yang satu diantaranya ditentukan sebagai titik referensi (BS).
Dalam rangka melaksanakan salah satu tugas dari Seksi instrumentasi Gunungapi, dalam hal peralatan penyelidikan, perlu di lakukan pengecekan dan perbaikan secara berkala, peralatan seismik yang terpasang di sekitar Guunung Merapi.
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.