Secara geologi wilayah Indonesia sangat kompleks, terletak pada pertemuan tiga lempeng besar tektonik, yaitu Lempeng Eropa-Asia, Hindia- Australia dan Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng tersebut sangat berperan dalam proses pembentukan gunungapi sebagai sumber panas bumi di Indonesia. Pemunculan sumber panas bumi di dunia sebagian besar berasosiasi dengan gunungapi yang masih aktif maupun yang …
Untuk menjaga ketahanan energi nasional (national security energy), pemerintah telah berupaya melakukan berbagai terobosan kebijakan agar pasokan energi nasional dapat terpenuhi dengan baik. Salah satu kebijakan tersebut yaitu adanya pengembangan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya adalah energi panas bumi. Pemerintah melalui Pusat Sumber Daya Mineral Batubara Panas Bumi - Badan Geolog…
Kegiatan pengadaan dokumentasi dimaksud untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas Gunungapi Banda Api berikut keadaan lingkungannya (kependudukan, lahan usaha, prasarana dan sarana) disekitarnya. Data yang berhasil diperoleh berupa slide, foto, gambar, peta maupun video.
G. Dempo merupakan gunungapi aktif tipe A yang letusan atau kegiatan vulkaniknya umumnya melemparkan lumpur (letusan freatik ?), menghancurkan kayu-kayu di daerah puncak dan menimbulkan hujan abu di sekitar gunungapi. Menurut catatan sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan vulkanik G. Dempo tercatat sejak tahun 1818 sampai saat ini terjadi lk. 19 kejadian. Derajat bahaya gunungapi erat kait…
Gunung semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang dari sejarah letusan saja sejak tahun 1818 telah banyak menimbulkan kerusakan maupun korban manusia. Oleh karena itu, salah satu instansi yang menangani usaha penyelamatan oleh gunungapi ialah Direktorat Vulkanologi.
Maksud dilakukan pemboran sumur MT-4 adalah untuk menambah sumur produksi yang telah dilakukan sehingga dapat menghasilkan uap yang lebih banyak sesuia kebutuhan energi untuk membangkitkan listrik di daerah setempat.
Maksud kegiatan monitoring/pengujian sumur jangka panjang ini adalah untuk mengetehui potensi dan kondisi fisik lubang sumur MT-2, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan sumur untuk dikembangkan menjadi energi listrik maupun bukan listrik.