Dalam pelita ke IV tahun ke-3 (1987/1988), bagian Proyek Pengamatan/Pengawasan Gunungapi dan Penyuluhan Vulkanologi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, telah melakukan pemetaan geologi G. Lawu. Proyek pemetaan ini dibiayaioleh ADB (Asian Development Bank - Bank Pembangunan Asia).
Pemetaan ini dilakukan untuk membuat peta kawasan rawan bencana G.Lawu, dimana didalam peta ini tergambarkan daerah - daerah yang kemungkinan terkena bencana letusan gunung api berikut potensi bahaya dari G. Lawu jika meletus.
Pemetaan geologi G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Cikuray" berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun "Data Pengamatan Tidak Langsung" serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium".
Pemetaan zona risiko bahaya G. Tangkubanparahu ini dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkatan risiko yang timbul sebagai akibat erupsi G. Tangkubanparahu dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Pemetaan geologi dilakukan untuk mengumpulkan data - data geologi mengenai gunungapi Talagabodas berdasarkan hasil penafsiran foto udara yang didukung dengan penelitian di lapangan, meliputi : jenis batuan, baik sebaran maupun posisinya, morfologi dan pola aliran sugai serta pola struktur.
Maksud dan tujuan pemetaan adalah membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tangkubanparahu, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah disamping perubahan bentuk kawah, bibir kawah, sehingga dapat menunjang berbagao disiplin ilmu, khususnya dilingkungan Diektorat Vulkanologi dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.
Pemetaan di kawasan Gunungapi Kawah Timbang adalah untuk membuat batas daerah - daerah yang terlanda bencana akibat letusan gunungapi di daerah Kawah Timbang dan sebagai revisi terhadap peta daerah bahaya Pengunungan Dieng yang telah dibuat oleh Sumarna Hamidi tahun 1980.
Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunungapi yang tergabung dalam suatu kompleks atau kelompok gunungapi aktif di sekitar Gunungapi Salak, terletak disebelah baratdaya-nya, merupakan salah satu lapangan Solfatara atau Fumarolla, yang kini telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik atau disebut juga Panasbumi atau Geothermal.
Pemetaan kawasan Gunungapi Gagak dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rencana Gunungapi Gagak, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detil tataruang daerah disekitar Gunungapi Gagak di Jawa Barat.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi G.Pulosari dan sekitarnya dilakukan pada bulan April 1997, dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Pelita VI Tahun Anggaran 1997/1998 tahun ke 3.