Kegiatan pemantauan dan penyuluhan ini dilakukan pada lokasi akibat letusan G. Lewotobi Laki - laki (+1584m) pada 1 Juli 1999 pukul 10.59 WITA, yang telah menimbulkan kebakaran hutan akibat lontaran bom vulkanik (batu pijar). Kegiatan penyuluhan gunungapi telah dilakukan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Daerah Bahaya.
Berdasarkan persetujuan melalui Surat dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Ende, maka penyuluhan/bimbingan G. Kelimutu dipilih di daerah yang dianggap rawan terhadap bahaya letusan G. Kelimutu yaitu Wilayah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Penyuluhan/bimbingan G.Kelimutu diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 1998, pukul 08.30 WITA di Ruang Serbaguna Sekolah Dasar 3 Wolowaru, Kec. Wo…
Berdasarkan Surat Direktur Vulkanologi nomor 446/1141/DGV/95 tanggal 30 Mei 1995 dilakukan pengumpulan informasi vulkanologi dan kependudukan di daerah bahaya G. Rinjani, sebagai bahan infomasi vulkanologi. Diharapkan penyampaian informasi atau pemberian penyuluhan untuk mengantisipasi kepanikan penduduk karena bencana yang terjadi dapat disampaikan secepatnya.
Penyuluhan vulkanologi G. Kie Besi di P. Makian, Kab. Maluku Utara dilaksanakan pada 12 Juli 1993. Sasaran utama penyuluhan di daerah tersebut sebagai upaya Direktorat Vulkanologi dalam menya-darkan penduduk yang akan bermukim kembali di P. Makian, letusannya pada tanggal 29 30 Juli 1988. Gunungapi tersebut merupakan gunungapi yang dianggap paling bahaya di antara gunun-gapi yang berada di Kabu…
G.Ibu (1340 dml), merupakan Gunungapi strato yang muncul diantana deretan kerucut gunungapi aktif yang terletak pada jalur busur vulkanik dibagian barat Pulau Halmahera atau pada posisi 1'29" Lintang Utara dan 127°38' Bujur Timur, termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Maluku Utara (Gbr. 1). Disekitar puncak G.Ibu terdapat 3 buah kawah bekas pusat letusan berupa pematang kawah, be…
G. Gamkonora (+1635 m dpl) merupakan gunungapi yang paling aktif di Pulau Halmahera. Selama masa sejarah, gunungapi tipe A ini telah menunjukan peningkatan kegiatan vulkanik atau letusan sejak tahun 1564/1565 sampai saat ini telah tercatat sebanyak 10 kali. Peningkatan kegiatan terakhir terjadi pada tahun 1987 yaitu berupa letusan kecil dengan hujan abu. Sedangkan letusan terakhir yang cukup he…
Dalam usaha menyadarkan penduduk mengenai bencana, khususnya mereka yang bermukim di sekitar G. Dempo, di dalam wilayah Kota Administratip Pagar Alam, Daerah Tk. II Kabupaten Lahat, perlu dilakukan penyuluhan mengenai bencana yang mungkin ditimbulkan oleh letusan gunungapi di wilayah mereka tersebut, selain itu diinformasikan pula manfaatnya. kar dalam Penyuluhan yang diberikan kali ini merupak…
Dari hasil penyuluhan ini diharapkan masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya dapat memahami tentang bahaya letusan G. Dempo di masa yang akan datang. Adapun materi penyuluhan G. Dempo dititikberatkan di daerah bahaya dan waspada. Dengan berbagai cara Direktorat Vulkanologi mengupayakan agar penduduk dapat memilih tempat bermukim di daerah yang relatif aman dan menghindari daerah rawan bahaya. Hal…
Penyuluhan Vulkanologi dengan topik G. Marapi di Sumatera Barat, dilaksanakan pada 13 Juli 1993 hingga 11 Agustus 1993, Sasaran penyuluhan tersebut adalah Aparat Pemerintah yang tergabung dalam SATLAK PB, penduduk yang bermukim di sekitar G. Marapı, meliputi wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kodya Bukittinggi dan Padang Panjang. Penyuluhan dihadiri juga oleh Pemuka masyarakat, Pemuka adat s…
Penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Semeru telah dilakukan 8-9 Desember 1986 atas realisasi dana Pelita IV Th - 3/ 1986 - 1987. Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi. Namun berkenaan dengan erupsi G.Kelut 10 Februari 1990 serta adanya pemberitaan pada mess media cetak yang isinya menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya yang berada di sekitar G.Semeru, maka perlu diadakan penyuluha…