Pada tanggal 30 Maret 1971 penulis telah ditugaskan kedaerah Gn Semeru bagian barat oleh Kepala Dinas Vulkanologi , atas perminataan Ass. I projek Gn Semeru (Bapak I. Surjo). Tujuan utama tugas tersebut untuk mengadakan penelitian endapan pada sungai-sungai yang hulunya dari Gn. Semeru bagian barat.
G. Bromo hanya mengeluarkan abu, kerikil, dan bom-bom lava. Tidak diketahui mengalirnya lava diwaktu sejarah. Kadang-kadang abunya merusak perkebunan disekitarnya seperti terjadi dalam tahun 1915 dan 1948.
Data-data menarik daerah bahaya/waspada diambil dari hasil-hasil; 1. Penelitian dan pemeriksaan puncak G. Raung tahun 1955 dan 1970 2. Penyelidikan endapan lahar dan abu yang diakibatkan oleh letusan G. Raung 3. Hasil Penelitian sungai-sungai yang bersumber dibawah G.Raung 4. Keadaan daerah yang dikunjungi 5. Keterangan lain yang diperlukan
Sehubungan dengan rencanan semula, maka pada awal bulan April 1971 Kasi penelitian Gn. Api telah berangkat menuju Gn. Tjiremai jang diikuti oleh penulis dengan mempergunakan land-rover D.2872 jang dikemudikan oleh Sdr. Hadis III
Penulis ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gn. Api mengadakan pemetaan daerah bahaja G. slamet selama 18 hari.
Pertengahan bulan Oktober 1970 telah berangkat rombongan dari saksi penelitian Gn. Api Dinas Volkanologi menuju daerah wonosobo gunung Sundoro yang geografinya 109° 59'30'' B.T 7° 18' U.S.
G.Merapi adalah gunungapi yang paling aktif di seluruh Indonesia. Pada waktu bekerja giat dibangunlah kubah lava yang kemudian dihancur-kan lagi. Kegiatan yang bersifat membangun dan merusak ini mengakibat-kan tingginya selalu berubah. Pada pengukuran 1962 tinggi G.Merapi a-dalah + 2947 m di atas muka laut. Titik ketinggiannya selalu berpindah-pindah. Oleh karenanya daerah yang terancan bahaya …
Pada pertengahan bulan September 1971 telah berangkat regu penelitian/pemetaan Gunungapi dari seksi penelitian gunungapi menuju gunung Dieng Jawa tendah dengan memepergunakan kendaeraan dinas Landover D. 4946.
Tulisan ini bukanlah sebuah laporan, bukan pula sebuah "referat", melainkan seusai dengan judulnya hanya merupakan kumpulan data-data mentah yang dapat dihimpun penulis hingga akhir bulan April 1971.
Bupati Kab. Kuningan menyampaikan daftar jumlah penduduk yang menghuni di daerah bahaya dan daerah waspada di sekeliling Gunung Ciremai. Diantaranya pada Kecamatan Mandirancan, Kecamatan Cilimus, Kecamatan Jalaksana, Kecamatan Kuningan, danKecamatan Kadugede.