Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu G. Galunggung dilakukan dari tanggal 17 November s/d 21 November 1984, selama 5 hari. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan ini adalah termometer dan peta topografi kawah G.Galunggung.
G.Bromo menunjukkan kegiatan yang benar - benar tenang. Sedangkan pemeriksaan Mei 1984 melaporkan bahwa letusan - letusan terjadi dari 12 s/d 31 Mei. Abu yang dihasilkan oleh letusan tersebut terendap di sekitar kawah. Di bibir kawah setebal lk 1 m.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu di puncak G.Merapi dimakudkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tingkat kegiatan G.Merapi akhir akhir ini, yang tampak secara visual di puncak. Khususnya letusan 15 Juni 1984.
Pada Oktober 1984 penulis mendapat tugas melakukan pengukuran suhu di G.Papandayan dan G.Guntur, bersama Sdr. Asep Sugiri dan Unu Hidayat, dengan SPPD No.2117/P/84. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui aktifitas solfatara ke dua gunungapi tersebut yang termasuk Daerah Tk II Kab. Garut.
Maksud penugasan tersebut untuk mengadakan pengukuran kedalaman dan suhu dasar Danau Kawah G.Kelut dan membuat Peta Dasar Kedalaman dari danau kawah tersebut, juga memasang pelampung di tempat yang perlu dan yang di anggap penting atau di lokasi yang suhunya tinnggi.
G.Slamet (3432 m) yang terletak di antara Kabupaten Purwokerto, Purbalingga dan Pemalang, adalah gunungapi yang ter-tinggi di Jawa Tengah. Bentuk / topografi lereng sebelah timur timur laut keadaannya agak rata dan teratur. Pada lereng sebelah barat-barat laut keadaannya cukup terjal
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para Pengamat dari Pos Pengamatan G.Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan,serta pengukuran suhu solfatara di G.Merapi.
Pemeriksaan kawah serta pengukuran suhu kali ini dapat kami katakan sedikit kurang menguntungkan karena adanya beberapa faktor yang terjadi setelah letusan 15 Juni 1984. Diantaranya ialah tidak adanya peralatan yang memadai, misalnya alat/pelindung panas dan gas, disamping cuaca yang buruk serta kepulan asap yang tebal dari pusat kegiatan.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Letusan - letusan asap terjadi dengan selang waktu antara 10 - 15 menit, asap tebal bergumpal berwarna putih keabuan kadang - kadang jka letusan lebih besar warna asapnya agak kehitam - hitaman. Tekanan kuat dan asap mencapai tinggi lk.600 - 700 m dari puncak.