Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi G.Pulosari dan sekitarnya dilakukan pada bulan April 1997, dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Pelita VI Tahun Anggaran 1997/1998 tahun ke 3.
Morfologi gunungapi Wayang Windu diduga berada pada zona depresi yang tumbuh dan berkembang secara bebas, dimana batas dengan morfologi sekitarnya dipisahkan oleh suatu morfologi yang hampir datar yang diperkirakan sebagai akibat adanya strukur geologi.
Berdasarkan hasil penelitian lapangan tahap-1 (Mei 1997), kegiatan/evolusi vulkanik G.Cikuray cukup menarik untuk dipelajari karena produk dominannya berupa endapan aliran piroklastik membentuk tubuh kerucut sempurna lancip (+2830m).
G. Karang merupakan gunungapi aktif tipe B. Morfologi gunungapi Karang tumbuh bebas ke arah timur, tenggara, selatan, dan baratdaya dimana daerah lerengnya di beberapa temat ditemukan beberapa kerucut, sehingga membentuk morfologi berelief sedang, sedangkan bagian kakinya membentuk morfologi berelief lemah hingga relatif dasar.
Misi kerja ini memungkinkan untuk membuat sintesa tentang keadaan stasiun - stasiun deformasi, yang memungkinkan berlangsungnya beberapa diskusi teknik yang kaya dengan CSN yang baru.
Dalam menginventarisir jalur objek wisata ini tahap pertama diperlukan studi kepustakaan dari aspek geologi/kegunungapian, keindahan alam serta aspek penunjang lainnya seperti kebudayaan, sosial, sejarah, antropologi, dan lain - lain. Selanjutnya perlu melakukan penelitian langsung ke lapangan meninjau situasi tempat - tempat yang potensil untuk pengembangan keparawisataan.
Tujuan dengan dibuatnya peta kawasan rawan bencana gunungapi adalah diharapkan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi peningkatan aktifitas gunungapi disekitar Kawah Karaha akan memudahkan bagi penduduk dan pemerintah daerah untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan dengan berpedoman kepada peta kawasan rawan bencana gunungapi, sehingga dapat meminimalkan jumlah korban yang diakibatkan…
Pemetaan di Gunungapi Perbakti dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Perbakti, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detail tataruang daerah disekitar Gunungapi Perbakti di Jawa Barat.
Informasi datangnya ancaman bahaya G.Merapi yang cepat dan mudah dimengerti oleh penduduk sekitar G. Merapi adalah penggunaan sirine. Disamping itu juga, Tim mengadakan pengecekan dan pemeliharaan sejumlah alat sensor lahar di sepanjang K.Boyong dan K. Bebeng dan penakar hujan yang ada lereng G.Merapi
Aktivitas G.Merapi didominasi oleh gempa guguran walaupun pada saat sekarang sudah mulai menurun baik jumlah maupun energinya. Dilihat dari gempa MP maka bulan Januari 1996 ini mulai terlihat adanya penurunan energi, demikian pula bila kita anggap MP adalah indikasi adanya pertumbuhan kubah lava, maka dari visualpun kubah tidak mengalami pertumbuhan yang begitu cepat.