Pengukuran kubah lava bertujuan untuk mengetahui "volum pendekatan" nya. Disini penulis menggunakan istilah "volum pendekatan", karena berdasarkan cara - cara pengukurannya, antara lain sebagai berikut: a) puncak kubah lava diukur dengan "aanpeilingen" dari 2 tempat titik tetap. b) disesuaikan dengan peta ukuran puncak G.Merapi, yang dilakukan oleh penulis sendiri pada tahun 1962.
G. Salak memang terkenal dengan letusan - letusan phreatiknya, terakhir terjadi dalam tahun 1938. Meskipun belum pernah dilaporkan terjadinya korban manusia, namun mengingat tidak tegasnya batas antara letusan magma dan letusan phreatik dan kedua duanya sama - sama dapat membahayakan, maka dianjurkan untuk pula menarik batas - batas daerah bahaya disekeliling gunungapi ini, apalagi penduduk dis…
Kemungkinan kegiaten 0. Gode ini semakin menurun kebagian ba wah dan muncul di bagiankaah Vadon. Suhn gas/solfatara teruiur pada saat itu berkisar 103°C. Misekitar kasah tersobut torlihat banyak aublimasi belerang bervarna kuning tua, neap sudah mulai mensbal. Rega kembali ke Cibodas melalui jalan Kandang Badak, Cisaat, Cipanas, Perspatan Curug Cibeureun dan achirnya sampai ke Kebun Raya Cibod…
Dalam rangka penelitian batuan gunung api purba G. Muria, penulis ditugaskan mendampingi tenaga ahli. Mereka adalah mahaguru Uniersitan Padjadjaran dan ITB.
Kemungkinan kegiaten 0. Gode ini semakin menurun kebagian ba wah dan muncul di bagiankaah Vadon. Suhn gas/solfatara teruiur pada saat itu berkisar 103°C. Misekitar kasah tersobut torlihat banyak aublimasi belerang bervarna kuning tua, neap sudah mulai mensbal. Rega kembali ke Cibodas melalui jalan Kandang Badak, Cisaat, Cipanas, Perspatan Curug Cibeureun dan achirnya sampai ke Kebun Raya Cibod…
Untuk melengkapi kebutuhan data koordinat dan tinggi di atas muka laut di pos pengawasan G. Mrapi (Selo, Jrakah, Deles), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut
Pada tanggal 23 Agustus 1974, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi, kedaerah G.Semeru bagian tenggara dan selatan selama 20 hari. Penugasan ke daerah tersebut disertai oleh saudara - saudara Sobana dan saudara Asep Djaja, dengan surat perintah No. 1251/S/1974; 1252/S/1974; dan 1253/S/1974, tertanggal Bandung 22 Agustus 1974.
Sebelum kejadian longsoran yang dimulai pada tgl 22 September, jam 15.00 turun hujan lebat dengan curah hujan yang tercatat di Plawangan rata - rata 83 mm per jam selama lk 3 jam. Longsoran diiringi awan panas hingga sejauh lk. 6 km kejurusan K.Batang dan Bebeng.
Yang dinamakan Besuk Baru oleh penduduk Oro-oro Ombo ialah : saluran baru yang terletak diantara bukit yang sudah diisi bahan-bahan lepas gunung api
Dengan Sppd No. 1400/0441/3402/88 penulis bersama Sdr. L. Djoharman, B. SC dibantu dengan Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi ditugaskan ke Gunung Galunggung dan G. Kelut untuk melakukan pengukuran deformasi ulang setiap 2 atau 4 bulan sekali. Laporan G. Kelut penulis jelaskan dalam bab berikutnya. G. Galunggung dibuat oleh Sdr.Djorhaman, B.Sc.