NEUMANN VAN PADANG (1951, h. 79) menulis bahwa menurut VAN BEMMELEN (1949, Jl. 1, hh. 641 644) Gunung Tangkuban Perahu yang sekarang muncul sebagai fasa paling muda dari komplek gunungapi Sunda, sebelah utara Bandung, setelah ini runtuh dan mengalami patahan. Bagian pun- cak dari gunungapi kembar ini memanjang ke jurusan timur barat dise- babkan perpindahan sepanjang jarak 1100 meter. Banyak si…
Pemeriksaan kawah G. Tangkuban Prahu dilakukan oleh 3 orang, yaitu : Sdr. Nasum, Atjip. serta Daan Suherman. Beliau bertiga berangkat dari Bandung dengan kendaraan Dinas Jeep D. 1085. Pada tgl 13 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Ratu dan Upas sedangkan pada tgl 14 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Domas dan Ratu.
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, H. 83) merupakan kerucut paling selatan dari suatu deretan Gunung api. Pipa kawah letusannya beberapa kali berpindah - pindah dari tempat.
Komplek gunung Guntur ini terdiri dari beberapa puncak kerucut, Kerucut yang tertinggi diantaranyn puncak Gunung Masigit, 2249 meter diatas muka laut, gunung Agung, 2170 meter diatas muka laut terdapat disebelah timurlaut gunung Masigit.
Longsoran lava dan awan panas meluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Endapan longsorang dan Ladu terdapat pada lembah S. Batang, S. Bebeng, S. Blongkeng dan sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas. Hujan abu bercampur dengan pasir halus yang mempunyai ketebalan antara 3 s/d. 4 mm. mempunyai luas kurang lebih 53.125.000 m2.
Setelah terjadi letusan2 G.Semeru tetap giat dengan terus menerusnja membentuk sumbat lava jang tambah besar dan tambah tinggi, begitu pula guguran2 lava jang keluar dari sekitar aliran lava selalu meluntjur ke Bs. Semut dan Tjurah Lengkeng tak pernah berhenti. Maka tibalah saatnja untuk pemeriksaan puntjak tahun 1962.
Menurut Neumann Van Pandang (1951) merupakan kerucut paling Selatan dari suatu deretan gunungapi. Pipa kawah letusannya beberapa kali berpindah - pindah tempat.
Dari bulan Juni sampai dengan bulan Desember 1972 tercatat beberapa kali genpa volkanik. Sehingga dianggap sangat perlu melanjutkan pekerjaan diatas sepanjang tahun 1973. Untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dari gempa diatas.
Pelaksanaan pekerdjaan ini sesuai dengan tugas jang diberikan oleh Kepala Urusan Vulkanologi, jaitu pemindahan pesawat gempa elektromaknetik di Bojolali, serta kalibrasi pesawat2 gempa lainnja disekitar G.Merapi dan G.Kelut.