G. Sangeangapi merupakan gunungapi giat tipe A yang letaknya di P. Sangeang sebelah timur laut P. Sumbawa, masuk wilayah Kabupaten Bima . Sejak 30 Juli 1985 gunungapi ini menunjukkan kegiatannya. Beberapa penyelidikan telah dan sedang dilakukan, sehubungan dengan kegiatan tersebut, yang diantaranya pengamatan visual dan penyelidikan seismik. Secara geografis G. Sangeangapi terletak pada posisi …
Doro Api yang berarti gunungapi merupakan puncak tertinggi dan titik kegiatan G. Sangeang Api yang berada di dalam wilayah administratif Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat, pada posisi geografis 8°11' LB dan 119°3,5' BT. Gunungapi yang bertipe strato tersebut puncaknya menjulang hingga ketinggian 1949 mdpl. Tahun 1512 merupakan penampilannya yang pertama yang d…
Analisis seismograf memberikan wawasan penting mengenai karakteristik kegempaan (seismisitas) Bumi. Informasi ini dapat dilengkapi dengan pengukuran medan magnet di sekitar gunung api, yang berperan penting dalam mengevaluasi dan memantau aktivitas vulkanik. Untuk mendukung proses pengumpulan data tersebut, digunakan sistem ROVS, yaitu sistem berbasis komputer yang mampu mengakuisisi citra seca…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Bandung Nomor. 141/P/84 dan 142/P/84 masing-masing atas nama Ida Made Jelantik dan K Jani Suwartiyasa ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara Gunung Rinjani. Sebagaimana diketahui bahwa gunung Rinjani adalah gunungapi bentuk strato yang terletak di Pulau Lombok bagian Utara, Nusa Tenggara Barat. Gunungapi ini da…
Kegiatan Penyelidikan Metoda Terpadu di G.Merapi Jawa - Tengah anggaran tahun 1991/1992 dimulai sejak bulan Juni, September 1991 dan bulan Januari - Februari 1992 dimana bulan - bulan terakhir terjadi peningkatan kegiatan.
Laporan ini merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari kelompok kerja Seismik/Magenetik, Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi, yang telah memanfaatkan komputer baik dalam hal, pengolahan data sampai dengan penyimpanan data kegiatan G. Merapi. Penulis melakukan pengamatan sistem tersebut di Yogyakarta dari tanggal 14 Mei sampai 27 Mei 1992.
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerosol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi
Penyuluhan dilaksanakan di daerah Kabupaten Sleman yang meliputi tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Tempel, Kecamatan Pakem dan Kecamatan Turi, pada tanggal 15, 16, dan 17 Juli 1992. Lokasi penyuluhan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat.
Dalam menghadapi musim penghujan yang mungkin bisa memicu sistem yang telah seimbang pada gunung Merapi khususnya kegiatan fase banyak yang terus meningkat, maka pada bulan Juli, diadakan perbaikan, perawatan serta kalibrasi untuk peralatan seismik dan magnetik, sehingga bila terjadi krisis maka peralatan diperkirakan masih dalam kondisi baik.
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerasol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi.