Penulis melaksanakan tugas di daerah G. SUndoro berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2580/P/85, tertanggal Bandung 12 November 1985.
Untuk mengetahui status kegiatan G. Merapi perlu dilakukan kompilasi dan penddataan kegiatan seismik hasil rekaman pesawat seismograf dari sekotar G. Merapi
Kegiatan G.Semeru terus menerus diamati dari 3 Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, yaitu di Argosuko, G.Sawur, dan Tawonsongo. Di Pos Pengamatan Gunung Sawur dipasang pesawat pencatat gempa 3 komponen dengan sistim jaringan tripartite.
Telah melakukan pemetaan geologi G. Semeru, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Laporan ini merupakan hasil pemetaan geologi G. Semeru tahap pertama yang berlangsung dari tanggal 20 Mei sampai dengan 18 Juni 1985.
G. Lamongan terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur dan meliputi wilayah Kab. Lumajang dan Probolinggo.
Indonesia memiliki tidak kurang dari 500 gunungapi dan 128 buah termasuk gunungapi aktif yang tersebar mulai dari Aceh sampai Sulawesi melalui Jawa, NusaTenggara dan Maluku.
Puncak Kegiatan dilihat dari segi kegempaan terjadi pada Oktober 1984 baik jumlah maupun kehebatan atau intensitasnya.
Untuk mengetahui berapa besar letusannya dan perubahan topografi disekitar kawahnya, dilakukan pemeriksaan kawah dan pengamatan visual dari dekat. Pengamatan ini dilakukan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 1985, untuk itu, tiap hari dilakukan pendakian ke puncak Mahameru.
Pemeriksaan dan pengukuran suhu solfatara/fumarola di kawah G. Gede adalah dalam rangka realisasi pelaksanaan tugas Triwulan I, Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api tahun 1985/86, wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat. Selain dari pada itu untuk mengetahui sampai dimana tingkat kegiatannya dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.
Pengamatan dan penyelidikan seismik G.Galunggung dilakukan dalam rangka kelanjutan pelaksanaan tugas Triwulan II Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1985/1986 wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat.