Penelitian laharan dan geologi yang dilakukan di daerah K. Senowo, K.Lamat, K. Blongkeng dan sekitarnya dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran awan panas dan lahar yang terjadi sebagai akibat aktivitas G. Merapi yang sedang berlangsung.
Uji coba pengukuran SP telemetry dilakukan beberapa percobaan untuk mendapatkan masukan dalam rangka perencanaan sistem pengukuran SP telemetry. Diantaranya elektroda sebagai komponen utama pada pengukuran SP membutuhkan yang dapat digunakan untuk waktu lama, baik kualitas bahan dasarnya maupun larutannya.
Dalam penelitian ini, Regu Gaya Berat melakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Kawah Ijen, sedangkan Titik Acuannya (BASE) terletak di Pesanggrahan Sumberweringin, Bondowoso.
Dalam meningkatkan peramalan aktivitas Gunung Merapi maka diperlukan kualitas data yang baik dan kontinyu, untuk mencapai maksud tersebut maka pada bulan Mei 1992 dilakukan perbaikan/perawatan dan kalibrasi unit seismograf lapangan dan unit magnetik lapangan.
Laporan ini merupakan hasil evaluasi peta daerah bahaya G.Gede (+ 2958 m), yang telah dilakukan pemeta terdahulu pada 1989 (S.Dirasutisna, dkk), guna mendapatkan suatu peta daerah bahaya yang cukup memadai, serta dapat digunakan oleh aparat Pemda atau instansi terkait lainnya dan pemakai peta daerah bahaya G.Gede.
Laporan ini membahas pengolahan dan analisis data seismik Gunung Semeru yang difokuskan pada pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan terhadap frekuensi kejadian gempa berdasarkan magnitudo laju pelepasan energi seismik serta beberapa parameter seismik lainnya guna memperoleh gambaran karakteristik aktivitas seismik Gunung Semeru.
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1991/1992, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi - Bandung telah menugaskan seorang personil, yaitu Ir. Kastiman Sitorus MSc. dengan SPPD No. 708/0441/3402/92 untuk melaksanakan pengumpulan data hasil pengamatan kegempaan, evaluasi dan kesebandingan terhadap data sebelumnya atau dengan data geologi lainnya, kemudian menentukan status perke…
Untuk memantau kegiatan G.Ciremai telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Pos dilengkapi peralatan dan alat komunikasi, yang dikelola oleh tiga petugas setempat. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, kegempaan, dan pengukuran suhu air panas disamping dilakukan pemeriksaan puncak secara berkala.
Minggu kedua Desember 1991 terjadi lonjakan jumlah gempa tektonik lokal, yaitu mencapai 172 kejadian, kemudian untuk memantau pengaruh tersebut terhadap kegiatan vulkanik G.Lamongan, serta kemungkinan pembentukan rekahan seperti pernah terjadi sebelumnya, maka perlu dilakukan pemantauan seismik lebih intensif dan peninjauan lapangan.
Kegiatan vulkanik G.Gede tampak berupa tembusan solfatara/fumarola aktif pada sejumlah kawah di sekitar puncaknya. Kawah - kawah tersebut merupakan pusat - pusat kegiatan vulkanik/letusan G.Gede di masa lampau dan beberapa diantaranya masih aktif saat ini.