Secara administratif gunungapi ini termasuk dalam wilayah kabupaten Bondowoso di sebelah timur, kabupaten probolinggo di sebelah Utara, Kabupaten Jember di sebelah selatan dan kabupaten lumajang di sebelah Barat Provinsi Jawa Timur. Secara keseluruhan luas wilayah daerah kawasan rawan bencana mencapai 37,5 km persegi untuk kawasan rawan bencana II (warna merah) dan 75 km persegi untuk kawasan r…
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan/pengawasan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan daerah bahaya gunungapi (kawasan rawan bencana gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Ndetu Napi dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Sukaria dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219/04…
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), yang didirikan di Jakarta pada 3 Maret 2003 adalah suatu organisasi nirlaba dan non-pemerintah, tempat berhimpun perorangan, praktisi, ilmuwan, dan pemerhari penanganan bencana dari sektor pemerintah, badan-badan PBB, lembaga internasional dan LSM nasional, para akademisi dan lainnya.
Meskipun banyak orang yang sadar akan sangat buruknya dampak yang diakibatkan bencana di seluruh dunia, hanya segelintir saja yang menyadari bahwa ini merupakan suatu masalah yang harus segera ditangani. Laporan ini, Living with Risk: A Global Review of Disaster Reduction Initiatives (Hidup Bersama Risiko: Sebuah Tinjauan Global tentang Inisiatif-Inisiatif Pengurangan Bencana), bisa membantu un…
Gunungapi Ibu dengan nama lain Tobaru atau Tubaru adalah gunungapi strato. Gunungapi ini muncul pada jalur busur vulkanik bagian utara P. Halmahera. G. Ibu memiliki ciri khusus terpancung dengan bukaan tapal kuda dan bukaan kawah ke arah utara. Pada bagian puncaknya terdapat pematang kawah dengan 3 buah titik letusan yang berbentuk "elips" berarah baratlaut-tenggara. Tinggi puncaknya adalah 134…
Kebijakan otonomi daerah memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada daerah untuk mengembangkan daerahnya. Penataan wilayah harus mempertimbangkan sumber daya dan potensi bencananya. Oleh karena itu diperlukan upaya pengurangan risiko bencana. Analisis risiko bencana gunungapi dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko suatu objek bencana di dalam kawasan rawan bencana gunungapi. Peta risiko ben…