Seperti halnya pada tahun 1972 pengincaran jauh kubah lava ini diikatkan pada bekas titik triangulasi T 303. Pengukuran kali ini dilakukan oleh Asep Djadja.
Pemeriksaan kawah G. Tangkuban Prahu dilakukan oleh 3 orang, yaitu : Sdr. Nasum, Atjip. serta Daan Suherman. Beliau bertiga berangkat dari Bandung dengan kendaraan Dinas Jeep D. 1085. Pada tgl 13 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Ratu dan Upas sedangkan pada tgl 14 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Domas dan Ratu.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, h 112), Gunung Sundoro merupakan kerucut gunungapi yang sangat teratur, dipisahkan dari gunung Sumbing oleh pelana kludung (1405) di bagian timur dari puncak datar seluas 400 x 300 motor terdapat kawah kembar besar.
Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Kesan pertama jang didapat penulis pada pemeriksaan adalah bahwa kegiatan Vulkan hanja berkisar pada aktivitas solfatara. Gedjala2 lain dari itu ta' ada sama sekali. Dan solfatara jang aktif hanjalah solfatara2 jang berada di Kawah Ratu dan Kawah Baru.
Pada tanggal 3 Nopember 1970, penulis diperintahkan oleh Kasi Pengawasan Gn. Api bertugas ke daerah Djawa Timur dengan S.P.P.D. No. 2271/S/1970. Setelah persiapan jang diperlukan selesai pada tgl. 5 Nopember 1970 berangkat kendaraan dinas D. 1571, bersama Sdr. Suparto S. dan Sdr. Tarmani sebagai pengemudi menuju jogjakarta.
Dari hal voluma pada benda2 lemparan volkanik lepas, me-lebihi pada ketinggian dari batuan2 lelehan. Dari sedjumlah Jang anat besar batu2 bom berputar dan lapili2 berpori, jang kasar2, bergigi tadjam dan petjahan2 permukaan dari aliran2 lava, maka kami DAPAT MENARIK KESIMPULAN, bahwa LETUSAN2 TJ)-RAK STROMBOLIAN, sudah terdjadi ber-ulang2.
Pada tanggal 22 Desember 1952 jam 07.00 berangkatlah kami dari Pasauran dan datang di Pandeglang jam 15.00. Sesampainya di Pandeglang kami terus menuju ke Kawedanan, dan pada Bapak Wedoro (Sastra Suganda) kami terangkan maksud kedatangan kami, ialah untuk meninjau Kawah G.Karang. Atas persetujuan dan advies Bapak Wedana, kami bermalam diumah Bapak Asisten Wedana (Sdr. Achmad).
Penulis mengatakan dataran tinggi Idjen ini suatu halaman dari buku Ilmu Vulkanologi jang hidup, sebab hampir segala bentuk volkan seperti kerutjut2 runtjing , terpantjung ataupun jang telah runtuh, berbagai matjam kawah jang masih bekerdja ataupun yang telah padam, pinggir2 kawah jang mendjulang tinggi dengan dasar kawahnja jang datar dan titik2 erupsi sekunder jang baru, aliran lava. abu, ali…
Pada tanggal 20 April 1959 penulis dan Sdr. Sudarso berangkat dari Bandung - Kediri terus menuju ke G.Kelut pada tanggal 22 April 1959 tiba di G.Kelut.