G. Lamongan terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur dan meliputi wilayah Kab. Lumajang dan Probolinggo.
Pemeriksaan dan pengukuran suhu solfatara/fumarola di kawah G. Gede adalah dalam rangka realisasi pelaksanaan tugas Triwulan I, Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api tahun 1985/86, wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat. Selain dari pada itu untuk mengetahui sampai dimana tingkat kegiatannya dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.
Pengamatan dan penyelidikan seismik G.Galunggung dilakukan dalam rangka kelanjutan pelaksanaan tugas Triwulan II Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1985/1986 wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat.
Sejak 21 Januari sampai dengan 19 Februari 1985, Koordinator Tim Pelayanan Teknik telah melakukan pengamatan seismik temporer terhadap G. Galunggung. Pengamatan dilakukan dari lereng bagian Timur Laut G. Galunggung. Lokasi seismograf berada di desa Teja Kalapa, lk. 5,5 km dari pusat kegiatan/kawah.
Sejak 9 September 1984 di Kw. Sileri, dataran tinggi Dieng terjadi bualan lumpur setinggi lk. 2 - 3 m disertai gemuruh. Kejadian ini masih berlangsung sampai saat ini. Sejak awal Oktober 1984 kegempaan muncul bahkan meningkat dari hari ke hari, sehingga pada Oktober 84 Dieng dinyata- kan giat. Oleh karena itu dikumpulkan berbagai data yang kemudian diolah untuk menyimak serta mengevaluasi kegia…
G.Sumbing belum mempunyai Pos Pengamatan tetap, sehingga pengamatan terhadap kegiatannya secara menerus belum dapat dilakukan. Oleh karena itu sesuai rencana kerja Koordinator Tim Pelayanan Teknik dalam tahun anggaran 1984/1985 maka sejak 4 Mei - 16 Juni 1984 dilakukan pengamatan seismik temporer dengan sistim jaringan tripartit.
Pengamatan lapangan dilaksanakan dari awal Agustus sampai pertengahan September 1984, menggunakan sistim jaringan tripartit. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen. Sedang transdusernya adalah ''Short Period Seismometer" komponen tegak dengan "Natural Period" 1 cycle per detik.
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Pengamatan visual G.Lamongan dikerjakan setiap saat dan menggunakan alat sebuah teropong. Ukuran suhu udara menggunakan termometer, pengukur air hujan adalah gelas pengukur air hujan, dan petunjuk arah angin pengamatan langsung. Termometer, tabung air dan arah angin dibaca/dicatat tiap pkl 06.00, 12.00 dan 18.00.
Berdasarkan pengamatan visual, kegiatan G.Lamongan selama April 1984 sampai dengan Februari 1985 tidak menunjukkan adanya perubahan atau kelainan kegiatan. Asap solfatara/fumarola umumnya tampak putih tipis, tekanan gas lemah. Begitu juga suhu air ranu tidak berubah. Suhu air ranu maksimum 30'C.