Letusan G.Kelut 10 Februari 1990 telah menimbulkan berbagai kerusakan yang tidak sedikit. Penyebaran material letusannyapun mencakup wilayah yang relatif besar yang relatif cukup luas. Suatu indikasi bahwa letusan ini relatif besar yang diperkirakan dapat menimbulkan perubahan topografi/morphologi pada areal sekitar puncak, sehingga dianggap perlu dilakukan pengukuran topografi dan situasi seki…
Pengukuran deformasi yang dilakukan oleh kelompok kerja deformasi dari Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta, adalah pengukuran jaringan titik - titik di puncak, pengukuran perubahan morfologi kubah lava, menghitung volume kubah lava, pengamatan rekahan di puncak lava 1956, pengukuran pergeseran horisontal pada lereng selatan dan kubah lava, pengambilan contoh gas di Kawah Gendol d…
Pengukuran deformasi yang dilakukan oleh kelompok kerja deformasi dari Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta adalah pengukuran jaringan titik - titik di puncak, pengamatan kubah lava dan rekahan di puncak lava 1956. Tujuan pengukuran adalah untuk pemantauan kegiatan Gunung Merapi secara menerus.
Bulan April 1990, tim Cospec Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta, melakukan pengukuran kecepatan emisi gas S02 disekitar gunung Merapi dengan alat Cospec V. Adapun lokasi pengukuran adalah di daerah Jurang Jero dan di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah.
Gunung Kelut (+ 1731 m) yang terletak di wilayah Blitar dan Kediri merupakan salah satu gunung api yang aktif di Indonesia. Pada 10 Februari 1990 gunung ini kembali meletus dan memuntahkan batuan piroklastik ke sekitarnya (Laporan letusan Gunung Kelut 10 Februari 1990). Salah satu akibat letusan ini adalah rusaknya jalan untuk pencapaian kawah yang biasa di pergunakan selama ini, sehingga jalan…
Dua set seismograf sistem pancar tambahan yang lokasi titik - titik pantauannya ditempatkan di daerah Citiis dan Lebak Bulus. Sementara seismograf yang telah terpasang di lereng selatan G.Guntur lokasinya dipindahkan ke G.Putri, hingga membentuk suatu jaringan seismik tripartit yang dapat merekam gempa G.Guntur dengan baik.
Dengan SPPD No. 491/0441/3402/1990, Sdr. Sobana, Sdr.Kosim Al Sukar dan penulis dengan menggunakan kendaraan dinas No.Pol.D3511W ditugaskan ke Gunung Guntur untuk pemasangan tugu - tugu ungkit kering baru dibagian utara Gunung Guntur sebanyak 3 buah pada ketinggian 950 meter diatas permukaan laut.
Atas persetudjuan Pimpinan Pusat Pendjagaan Kerapi (P.P.M.) Jogjakarta dan dengan surat perintah dari Kep. Djawatan Geologi Bandung tertanggal 24 September 1955 No.594/55, penulis disertai dengan Sär2. Sudarso dan Hadijono mengadakan pengukuran dengan kyker B.T.M. di G.Kelut.
Dalam perioda Pelita ke IV tahun anggaran 1988 1967, te lah diberangkatkan satu tim Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi dari Seksi Penanggulangan Bahaya Gunungapi, Subdirektorat Pemetaan Gu -nungapi, Direktorat Vulkanologi ke G. Gede. Tim pemetaan terdiri dari S.Dirasutisna (SPPD no. 2191/0441/3402/89), S. Wikartadipura (SPPD no. 2192/0441/3402/89) A.S. Sumpena (SPPD no. 2193/0441/3402/89) dan Sap…
Dengan surat Perintah Perjalanan Dinas dari Pemimpin Proyek Peningkatan Geologi dan Sumberdaya Mineral No.67/0441/3102/89 tanggal 14 Juni 1989, penulis beserta Sdr. L. Djoharman, B.Sc Sår. Sobana dan Sdr. Kosim Al. Sukar sebagai pengemudi D-3511 ditugaskan ke G. Guntur untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metode dry tilt guna memperoleh harga dasar dari peng ukuran awal ini.