Gunung Guntur telah berada dalam fase istirahat (dormant) selama 162 tahun. Salah satu upaya mitigasi bencana erupsi Gunung Guntur yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan MItigasi Bencana Geologi (PVMBG) adalah dengan melakukan pengamatan setiap hari dari Pos Pengamatan Gunungapi Gunutr dengan metode visual dan seismik.
Dalam penanggulangan bahaya letusan gunungapi diperlukan pemantauan yang sangat ketat. Salah satu metode pemantauan untuk mendeteksi denyut dari suatu gunungapi adalah dengan mempelajari gembumi di sekitar dan dibawah gunungapi (volcano seimology)
Pengamatan terhadap gunungapi salah satunya bertujuan untuk mendekteksi pergerakan magma dan struktur batuan di dalam tubuhnya. Magma yang terkandung dalam gunungapi merupakan faktor penting yang mengontrol aktivitas gunungapi tersebut, mulai dari pergerakan aliran lava atau letusan (erupsi).
Gunungapi Gamalama adalah sebuah gunung strato volcano yang terletak pada zona penujaman miring ke timur dengan sudut yang kecil sehingga vulkanisme sangat aktif. Penyelidikan ini menggunakan GAD Method (Geiger's method with Adaptive Damping), hasil yang diperoleh berupa hiposenter gempa bumi di dalam tubuh gunungapi.
Gunung api Gamalama merupakan Gunung api strato dengan tinggi puncak 1715 meter dan berada pada zona penujaman celah Sangir-Halmahera. wilayah ini merupakan zona penujaman yang cukup aktif yang dikenal dengan Punggungan Mayu.
Pada Juni - Juli 1998 terjadi peningkatan aktifitas kegempaan di G. Papandayan, rata-rata terekam 4 gempa vulkanik per hari. Selama periode peningkatan tersebut sebanyak 7 stasiun perekam gempa digital disebar sekitar G. Papandayan. Sebanyak 60 gempa vulkanik dapat di tentukan lokasi sumber gempanya menggunakan metode Geiger.
Erupsi gunungapi pada umumnya didahului oleh peningkatan aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan tekanan akobat aktivitas magmatik pada sistem konduit gunungapi. Aktivitas magmatik akan menimbulkan terjadinya gempa-gempa mikro di gunungapi serta mengakibatkan perubahan sifat fisis medium dan mempengaruhi kecepan gelombang seismik.
Dalam penelitian ini sebanyak 316 sumber gempa vulkanik atau mikroseismik (m
Metoda tomografi yang telah berhasil digunakan untuk mengungkap citra struktur litosfer bumi yang menujam ke dalam lapisan mantel menggunakan gelombang gempa bumi tektonik global dicoba diterapkan di daerah yang lebih kecil yaitu daerah gunungapi.
Dalam penelitian ini tomografi seismik gunungapi ini data waktu tiba gelombang P dan waktu tiba gelombang S digunakan untuk mencitrakan struktur bawah permukaan Gunung Guntur.