Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…
Dalam mengetahui aktivitas G.Merapi, terutama setelah akifitas G.Merapi dari siap menjadi waspada, maka pada bulan Maret 1995 diadakan penyelidikan dan pengamatan, terutama untuk mengikuti perkembangan kegempaan yang masih berlangsung pada bulan ini.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.
G. Semeru merupakan gunungapi tertinggi di P.Jawa, puncak tertinggi dikenal Mahameru (+3676) tetapi menurut Data Dasar Gunungapi Indonesia, pada pengamatan tahun 1973 Kawah Jonggring Seloko yang terbentuk tahun 1913 mempunyai kubah lebih tinggi dari Puncak Mahameru yaitu 3744.5 meter.
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Dalam mengantisipasi perkembangan aktifitas G.Merapi dibutuhkan peralatan dengan kondisi yang baik, sehingga selain dilakukan penyelidikan dan pengamatan terhadap aktivitas gunungapi Merapi maka dilakukan juga perawatan serta kalibrasi peralatan seismik/magnetik.
Penyelidikan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik, sampai saat ini merupakan metoda yang dapat dianggap paling tua, fundamental, dan terampuh daripada metoda lain. Peralatan, baik software maupun hardwarenya yang digunakan untuk metoda ini berkembang terus sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
Dalam memantau aktivitas G.Ciremai secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetry yang menempatkan seismometernya pada arah Timurlaut dari puncak G.Ciremai, tepatnya di bukit Nininala pada ketinggian kurang lebih 1060 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G.Ciremai di desa Sampora, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan lk. 4,5 km dari puncak G. Ciremai.
G. Banda Api adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan ketinggian 658 m dari permukaan laut. Posisi geografis 120° 52' 17" BT dan 4° 31' 30" LS. Meru-pakan salah satu pulau di Laut Banda. Gunungapi tersebut mempunyai tiga buah kawah yang terletak di puncak. G. Banda Api termasuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Untuk mengetahui tingkat kegiatan gunungapi ters…