G. Kerinci terletak pada posisi geografi 1° 41,5' LS dan 101° 16,0' BT termasuk ke dalam wilayah kabupaten Solok, Sumatra Barat di bagian utaranya dan Kabupaten Kerinci (Sungai Penuh), Jambi di bagian selatannya (Gambar 1). Gunung ini bertipe strato dan tinggi puncaknya 3800 m di atas permukaan laut atau 2300 m dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Kerinci (Gambar 2). Selama sejarah letusanny…
Dalam usaha menyadarkan penduduk mengenai bencana, khususnya mereka yang bermukim di sekitar G. Dempo, di dalam wilayah Kota Administratip Pagar Alam, Daerah Tk. II Kabupaten Lahat, perlu dilakukan penyuluhan mengenai bencana yang mungkin ditimbulkan oleh letusan gunungapi di wilayah mereka tersebut, selain itu diinformasikan pula manfaatnya. kar dalam Penyuluhan yang diberikan kali ini merupak…
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan / Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Direktorat Vulkanologi pada Pelita V tahun anggaran 1992/1993 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap kedua. Dimana pada tahap pertama telah diselesaikan lebih kurang 50% dari luas daerah yang akan dipetakan.
G. Dempo merupakan gunungapi aktif tipe A yang letusan atau kegiatan vulkaniknya umumnya melemparkan lumpur (letusan freatik ?), menghancurkan kayu-kayu di daerah puncak dan menimbulkan hujan abu di sekitar gunungapi. Menurut catatan sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan vulkanik G. Dempo tercatat sejak tahun 1818 sampai saat ini terjadi lk. 19 kejadian. Derajat bahaya gunungapi erat kait…
Gunung Dempo merupakan gunung Kembar dengan gunung Merapi. Menurut sejarah letusannya gunung Dempo menunjukkan kegiatan terakhirnya pada 2 Oktober 1974. Kegiatan tersebut hanya merupakan letusan kecil yang menimbulkan hujan abu dan pasir bercampur belerang, tidak terdapat kerusakan yang berat dan tidak ada korban jiwa. Sejak itu gunung Dempo tetap aktif dalam keadaan normal.
Dari hasil penyuluhan ini diharapkan masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya dapat memahami tentang bahaya letusan G. Dempo di masa yang akan datang. Adapun materi penyuluhan G. Dempo dititikberatkan di daerah bahaya dan waspada. Dengan berbagai cara Direktorat Vulkanologi mengupayakan agar penduduk dapat memilih tempat bermukim di daerah yang relatif aman dan menghindari daerah rawan bahaya. Hal…
G.Marapi terletak di wilayah propinsi Sumatera Barat, meliputi kabupaten Agam dan kabupaten Tanah Datar. Posisi Geografi 100° 28' 16,71" Bujur Timur dan 0° 22'47,72" Lintang Selatan dengan ketinggian 2891,3 m di atas muka laut. Gunungapi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk dipasang satu sensor sistem peringatan dini melalui satelit. Karena gunungapi ini sering sekali meletus b…
G. Bur Ni Telong disebut pula G. Tutong atau G. Bur Mutelong yang berarti gunung terbakar. Kegiatan G. Bur Ni telong yang tercatat dalam sejarah mulai tahun 1837. Pada saat itu The Asiatie Journal 1838 mendapat laporan dari Prince of Wales Island Gazeffe tentang letusan G. Bur Ni telong pada September 1837. Setelah itu selama kurun waktu 149 tahun terakhir telah terjadi 6 kali letusan. Menurut…
Daerah Panabumi Bukitdaun secara administratif terletak di daerah Bukitdaun, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Secara geografis daerah ini terletak 30 13'9.1" 30 19'54" Lintang Selatan dan 102° 19'37.2"-1020 25'16.3" Bujur Timur. Hasil Anomali Sisa memperlihatkan perbedaan Anomali positip dengan harga kontur maksimum 29 milligal di bagian selatan daerah penyelidikan …
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Geologi Gunungapi telah melaksanakan pemetaan geologi G.Burni Telong yang menggunakan peta berskala 1 : 50.000. Tim pemeta terdiri dari 4 orang yaitu Deddy Suhadi, Waziel Effendi, Wawan Irawan dan M.N.Kartadinata. Waktu yang digunakan selama pemetaan ini kurang lebih 1 bulan, yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober…